Loading...

Zaman Sudah Modern, Tradisi Nyarik Bangku Masih Bertahan di Kabupaten Kuningan


KUNINGAN OKE- Zaman boleh terus berubah, tapi tradisi tetap dipertahankan. Hal ini terjadi di SDN 1 I Garawangi Desa/Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, dimana para siswanya masih mempertahankan tradisi nyarik bangku (berebut tempat duduk) pada tahun ajaran baru.

Dari informasi yang dihimpun tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun. Meski zaman terus berubah tapi para orang tua terus mempertahankan tradisi ini. Dan para siswa pun mau mengikuti tradisi ini.

Kuninganoke.com sendiri para Senin (13/7/2026)  shubuh menyambangi sekolah tersebut. Benar saja sudah banyak para orang tua yang datang. Bahkan, banyak yang sudah pulang ke rumah karena sudah mendapatkan tempat duduk.

"Sudah menjadi tradisi, kalau tiap ajaran tahun baru seperti ini. Waktu Abim, kakaknya Neng Raya pun sama. Sekarang giliran dia," ujar Ibu muda yang menyimpan tas anaknya di kursi mejad bagian depan.

Agar tidak diisi oleh siswa lain kata dia, di meja siswa ditempel nama yang sudah dibawa dari rumah. Para orang tua tinggal menempel menggunakan perekat atau lakban. Tradisi sudah adad sejak lama dan turun temurun.

"Sebenarnya tradisi ini hanya untuk memastikan setiap siswa mendapatkan tempat duduk. Tidak di depan juga tidak apa-apa," ujarnya lagi.

Sementara itu, Guru Agama SDN I Garawangi Dadi SPdI membenarkan tradisi ini sudah ada sejak lama dan pihak sekolah tidak melarang karena itu keinginan orang tua dan siswa.

"Sebenarnya nanti juga akan ada rotasi tempat duduk bagi para siswa yang dilakukan oleh para guru," ujar pria asal Desa Purwasari itu.

Terpisah, dari keterangan penjaga sekolah, ternyata ada juga para orang tua yang sudah menempel nama di meja siswa sejak Selasa pekan lalu atau ketika sekolah masih libur.

"Kebanyakannya memang nyarik bangku itu pada hari pertama masuk sekolah, tapi tidak ada juga yang sejak Selasa datang ke sini," ujarnya.

Dari beberapa komentar netizen pasca video nyarik bangku dari kuningan oke beredar di postingan media sosial, banyak komentar serupa datang dari orang tua siswa. Salah satunya dari akun bernama Ooh Kusniah.

"Benar A, di SD depan rumah pun seperti itu. Pada pukul 05.15 WIB siswa bersama orang tua sudah pada datang," ujarnya.

Komentar netizen lainnya menyarankan, agar para guru melakukan roling seminggu sekali. Hal ini agar semua siswa mendapatkan giliran tempat duduk di depan dan belakang.

"Kalau ada roling kan tidak perlu datang shubuh-shubuh untuk nyari tempat duduk," ujar Ari Rubianti. (azam)


Posting Komentar untuk "Zaman Sudah Modern, Tradisi Nyarik Bangku Masih Bertahan di Kabupaten Kuningan"