Loading...

Profil Desa Garawangi, Dipimpin Haswidi yang Terus Berbenah Untuk Majukan Desa, Dikenal Sentra Bawang Goreng dan Roti

 

KUNINGAN OKE- Profil desa yang dibahas pada tulisan kali ini adalah Desa Garawangi Kecamatan Garawangi. Desa  ini merupakan  ibu kota  Kecamatan Garawangi, Terletak di lokasinya strategis, Desa Garawangi mudah dijangkau dari mana-mana. Berikut profil lengkapnya.

Profil 

Desa      : Garawangi

Kecamatan : Garawangi 

Kabupaten : Kuningan

Jumlah Penduduk : 3.603 Jiwa (1003KK)

Luas Desa : 224,347 Ha 


Komposisi

Petani : 770 Orang

Buruh Tani : 828 Orang

Pegawai/Swasta : 102Orang

Pedagang : 540 Orang

PNS/ABRI : 97 Orang


Pendidikan: 

Lulusan S1     : 20 Persen 

Lulusan Diploma: 20 Persen

Lulusan SMA    : 25 Persen 

Lulusan SMP    : 25 persen

Luluan SD      : 10 persen 


Batas Desa

Utara : Desa Pagundan  

Selatan : Desa Tambakbaya

Timur : Desa Pakembangan

Barat : Desa Purwasari


Perangkat Desa

Kepala Desa : Haswidi SE

Sekretaris Desa : D Sutardi

Kaur Pemerintahan : Purnama Alam

Kaur Ekbang : Rosad Jajuli 

Kaur Kesra : Abdul Yaman 


BPD Desa Garawangi

Ketua BPD : Uu Gunawan

Wakil BPD : Syarif Afandi

Sekretaris : Ucup Sopyan 

Anggota : Toto Dianto

Anggota : Aam 

Anggota : Suarno


Profil Kades Haswidi SE

Mengabdi untuk Desa

Dengan tujuan ingin mengabdi ke tanah kelahiran pada tahun 2008 Haswidi memberanikan diri menjadi salah satu calon kades. Bermodal Semangat ingin merubah Desa Garawangi ke arah lebih maju akhirnya ia terpilih menjadi kades. Meski usianya relatif muda yakni 36 tahun masyarakat menuruh harapan besar agar kepemimpinanya lebih baik dari kades sebelumnya.

 Alhamdulliah hingga kini sudah 1,5 tahun masa kerja dalam mengelola desa tidak ada kendala yang berarti. Masyarakat pun sangat proatif dalam setiap pembangunan sehingga apa yang direncakan selalu tepat waktu,  ungkap ayah dua anak ini.

Kendati usainya masih muda menurut Haswidi, itu bukan halangan untuk mengelola desa sebab generasi muda kalau diberikan kesempatan dan juga mendapat bimbingan dari sesepuh desa. Ia yakin bersama pegawai lainnya akan mampu membawa Desa Garawangi  lebih maju.

Bagi saya justru tantangan dimana kalau berhasil berarti kepercayaan masyarakat dapat dijawab. Masyarakat tidak salah memilih tapi saya juga kalau tanpa bantuan masyarakat tidak akan berhasil,  akunya. 

Dikatakan,untuk mengabdi ke desa  tercinta Haswidi rela meninggalkan pekerjaan wiraswata dan fokus mengurus desa. Sebab, mengelola dosa perlu perhatian serius agar hasilnya juga bagus.

Dalam membangun desa Haswidi mempunyai visi yakni terwujudnya pemerintah yang bersih, demokrasi, dan profesional yang mengutamakan aspirasi dan pelayanan masyarakat. Sedangkan yang menjadi misi ada dua yaitu menciptakan hubungan kerja/koordinasi secara kedinasaan.

Hal ini untuk kepentingan pemerintah desa dan masyarakat dalam bidang sosial, politik, ekonomi, keamanan, ketertiban, pendidikan dan kesehatan. Dan juga membangun fasilitas penunjang terselenggaranya pemerintah desa untuk pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Ditambahkan, untuk ke depanya ia akan terus melakukan terobosan baru dalam mengelola desa agar lebih maju. Sebab, baginya kalau diam desa ini akan menjadi penonton sementara desa lain sudah pada maju.(agus mustawan)    


Terus Berbenah Agar Lebih Maju

Menuju Desa Garawangi dari pusat Kota Kuningan hanya berjarak 7 Km atau dengan waktu tempuh menggunakan kendaraan hanya 20 menit. Selain dekat dari pusat kota  desa yang berpenduduk 3.603 jiwa ini juga terkenal sebagai pusat ibukota Kecamatan Garawangi maka tidak heran penataan dalam berbagai sektor terlihat lebih maju.

Menyandang sebagai ibukota kecamatan tentunya memacu kami untuk menjadi yang terbaik. Sehingga kami giat membangun dan meningkat kinerja agar masyarakat puas dan menjadi contoh desa lain,  tutur Haswidi SE  Jumat  (11/9/2009).

Kades yang menjabat kurang lebih 1,5 tahun ini saat ini terus giat membangun baik sarana maupun prasana untuk kepentingan umum. Dari sekian program yang direncanakan hingga bulan September ini telah rampung beberapa pembangunan diantaranya pengecatan gedung serbaguna, penataan alun-alun.

 Bagi mereka yang memperhatikan, meski perubahan tidak melonjak tapi sedikit demi sedikit terlihat wajah Desa Garawangi berubah,  katanya.

Khusus untuk penataan alun-alun kata dia, kini tempat yang merupakan pusat kegiatan olahraga terlihat rapih dan sejuk dipandang mata. Dan setelah ditata warga meresa lebih betah bermain di alun-alun.      

Sementara program pembangunan yang saat ini tengah berlangsung adalah perbaikan jalan-jalan lingkungan serta perbaikan lahan untuk penjemuran padi. Pihaknya, ingin dengan terus giat membangun masyarakat lebih nyaman dan mudah mendapatkan kebutuhannya.

Untuk dibidang lain seperti kesehatan, Haswidi mengaku, saran kesehatan di desa yang berbatasan dengan Desa Purwasari cukup komplit. Mulai ada dari Puskesmas ,Polindes, Balai Pengobatan, Dokter Umum, Posyandu sampai dukun bayi terlatih tersedia.

 Bahkan untuk Puskesmas pernah menjadi terbaik di Provinsi Jabar. Ini tentunya indikator yang dinilai adalah mengenai kesehatan warga,  ungkapnya yang menerangkan AKI (angka Kematian Ibu) dan Angka Kematian Bayi (AKI) tiap tahun terus menurun.

Ditambahkan, bidang pendidikan pun tidak jauh beda dengan sarana pendidikan, sarana yang memadai membuat minat warga untuk menyekolahkan anak tingi terlebih saat ini biaya sekolah digratiskan.

 Dengan kelebihan yang dimiliki warga kami akan semakin mudah membangun desa menuju lebih baik,  katanya.(agus mustawan) 


Foto Agus mustawan: Dengan para pegawai yang bekerja penuh  dedikasih Haswidi yakin Desa Garawangi akan lebih maju.


         

Sentra Produksi Bawang Goreng

Menyebut nama Kecamatan Garawangi warga Kuningan akan langsung teringat bahwa wilayah ini merupakan sentra home industri baik roti ataupun bawang goreng. Di Desa Garawangi sendiri terdapat tiga perusahaan bawang goreng yang pemasarannya sudah menembus wilayah nusantara.

Menurut Kepala Desa Garawangi Haswidi SE, kehadiran tiga perusahaan bawang goreng tadi selain menyerap tenaga kerja kontribusi kepada desa juga sangat bagus di mana mereka selalu memberikan bantuan. Bahkan untuk penataan lingkungan di masing-masing dusun mereka selalu jadi contoh bagi warga lain.

"Kami tentunya senang dengan hadirnya usaha bawang goreng. Usaha ini tidak hanya terkenal namanya saja namun ada kontribusi positif terhadap desa,"  kata Haswidi SE, kemarin.

Dikatakan, dalam sehari satu perusahaan tadi menghasilkan 7 ton bawang goreng sehingga dari tiga perusahaan menghasilkan total bawang goreng 21 ton. Pemasaran sendiri tidak di jual ke pasar-pasar tapi sudah kerjasama dengan salah satu perusahaan terkenal di Jakarta.

"Biasanya bawang ini dikemas lagi untuk campuran mie goreng instant yang saat ini banyak dijual,"  ungkapnya yang menyebutkan salah satu pabrik bawang yang cukup maju  adalah merek Widyatama.

Mengenai harga lanjutnya bervariasi tapi untuk saat ini kualitas sedang Rp11.500/kg. Sedangkan yang kualitas nomor satu di atas harga tadi. Untuk tiga perusahaan tadi kebanyakan kualitas nomor satu karena untuk disuplai ke pabrik. 


Namun sayangnya kata Haswidi,bahan baku atau bawang merah sejak delapan  tahun ini dipasok dari laur daerah. Padahal sebelumnya semua bahan dari Desa Garawangi, ini tentunya menguntung pengusaha karena harga beli lebih murah sebab tidak ada ongkos kirim. Selain itu juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk bertani bawang merah.

Penyebab masyarakat enggan bertani adalah pada saat itu harga jatuh serta bawang banyak diserang hama. Jadi mereka lebih memilih padi,  jelasnya.

Sepengetahuannya, waktu dulu Desa Garawangi merupakan desa penghasil bawang Sumenep, maka waktu itu atau 10 tahun ke belakang di Kecamatan Garawangi ada sekitar 14 pabrik bawang goreng. Namun saat ini jumlahnya terus menurun karena faktor gangguan penyakit atau hama.

"Kami mencoba untuk memberdayakan bawang Sumenep lagi tapi mereka lebih tertarik bercocok padi mungkin karena trauma,"  pungkasnya.(mus)


Foto agus mustawan: proses pengolahan bawang goreng di Desa Garawangi.   


    


                

       





              




  





Posting Komentar untuk "Profil Desa Garawangi, Dipimpin Haswidi yang Terus Berbenah Untuk Majukan Desa, Dikenal Sentra Bawang Goreng dan Roti "