Loading...

Musim Hujan, Perajin Krupuk Gunakan Open

 

KUNINGAN- Meski curah hujan belum mencapai puncak tapi tetap saja membuat para perajin krupuk kesulitan. Sebab, dengan tidak adanya matahari secara otamatis mereka harus menggunakan open untuk mengeringkan krupuk.

Untungya meski menggunakan open biaya operasioal yang dikeluarkan tidak begitu besar karena proses pengopenan dilakukan bersamaan pengolahan bahan baku. Bagi perajin krupuk musim hujan merupakan masa sulit. Meski krupuk di open bisa kering namun kualitas tidak sebagus alami.

“Ya, kami gunakan open karena ini solusi terbaik kalau hanya mengandalkan matahari atau didiamkan begitu saja pasti lama. Menggukan open saja minimal satu hari,” tandas Rosita salah seorang pengrajin krupuk yang terleak di blok Ciaraja Kelurahan Ciporang kepada Radar, kemarin (4/12).

Padahal kata dia, permintaan untuk krupuk terus mengalir setiap bualanya. Sebagai perajin harus pintar-pintar mensiasati agar krupuk tetap bisa produksi sesuai musim panas.

Ia sendiri dalam sehari hanya memproduski 100 kg, sebenarnya bisa lebih namun terkendala cuaca dan juga tenaga kerja. Untuk harga tidak ada kenaikan meski sebenarnya salah satu bahan baku yakni tupung tapioka mengalami kenaiakan.

“Harga krupuk tidak bisa dinaikan karena konsumen akan keberatan,” jelasnya.

Rostia menyebutkan, permintaan banyak tapi cuaca tidak mendukung, kalau mengggunakan open tentu biaya harus lebih besar. Selain membeli kayu juga untuk biaya perawata open. Dikatakan, selama musim hujan ini semua pedagang krupuk pasti menggunakan open. Mengenia biaya produksi memang sedikit meningkat tapi tidak seberapa bila dibanding tidak produski. Perempuan yang biasa dipanggil Eros ini menyebutkan, krupuk hasil produksinya bukan hanya memasok kebutuhan di wilayah Kuningan. Tapi, juga di jual ke Kabupaten Subang, Sumedang dan daerah lain di Jawa Barat. “Untuk permintaan saya tidak ada kendala karena krupuk sudah menjadi makana pokok sperti tempe dan tahu. Tapi kesulitan sulitnya merekut tenaga kerja,” jelasnya. Karena kesulitan tenaga kerja dalam banyak pesanan yang terpkasa ditolak. Ia sendiri sudah berusaha seoptimal mungkin tapi kalau tenaga kerja sedikit hasilpun tidak maksimal.

Mengenai permodalan pun tidak ada kendala yang berarti. Selama ini selalu berkerjasama dengan perbanka dan hingga berjalan lancar. Meski banyak saingan tapi karena krupuk banyak peminat usaha tidak tergangggu. Foto agus mustawan: Salah seorang pekerja menunujukan krupuk yang sudah di open. Selama musim hujan perajin krupuk memilih proses pengeringan dengan open.

Posting Komentar untuk "Musim Hujan, Perajin Krupuk Gunakan Open"