Loading...

JNE Gagal Juara, Roni Batal Ikut Kursus Kepelatihan Lisensi AFC

KUNINGAN (OKE)- Dua kekecewaan yang dirasakan oleh Pelatih JNE Kuningan Roni Kecil, pasca timnya gagal juara Liga Futsal Kuningan, yang pertama tentu gagal sebagai pelatih padahal secara peluang sangat besar untuk kampiun tahun 2022.

Sementara kekecewaan yang kedua adalah ia gagal diberangkatkan untuk mengikuti kursus kepelatihan Lisensi AFC Futsal. Pihak JNE berjanji kalau juara maka pelatih akan mengikuti kursus secara gratis.

"Bukan rezekinya mungkin, padahal saya ingin sekali menambah ilmu. Mudah-mudahan saya bisa mengangkat piala untuk JNE tahun depan, karena secara materi bagus namun tadi faktor keberuntungan," jelas Roni yang dikenal sebagai pelatih hebat untuk futsal.

Untuk di sepakbola sendiri pemain berusia 24 tahun ini dikenal sebagai bek kiri atau sayap yang mempunyai naluri menyerang tinggi. Ia sama suksesnya menggeluti dua profesi tersebut.

Mengenai kegagalan juara, Roni menyoroti ketidakhadiran Rio Hardianto sebagai gol gatter. Ia absen diputra kedua sehingga kekuarangan striker. Faktor kedua adalah kecolongan ketika melawan AN FC.

Melalui serangan balik timnya kalah padahal pada saat itu tengah menyerang dan sempat mencetak gol sebelum dianulir wasit. Mental anak-anak runtuh terlebih terjadi dimenit terakhir.

"Selalu ada pelajaran berharga dari sebuah liga maka kita akan mempersiapkan diri sendini mungkin untuk liga tahun depan," ujarnya. (dhn/rdk) 

 


Posting Komentar untuk "JNE Gagal Juara, Roni Batal Ikut Kursus Kepelatihan Lisensi AFC"