KUNINGAN OKE-Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-528 Kuningan kembali terasa kuat dalam rangkaian Taptu dan Pawai Obor, Minggu malam (16/8/2026).
Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan turut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) tersebut. Para pegawai Diskominfo mengikuti iring-iringan Taptu dengan penuh antusias, menyatu bersama peserta dari berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, pelajar, organisasi hingga masyarakat.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., mengatakan Taptu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan tradisi peringatan kemerdekaan.
“Taptu yang dilaksanakan malam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Ini merupakan kegiatan tetap dalam agenda PHBN,” ujar Ucu.
Menurutnya, secara historis Taptu dikenal sebagai tradisi kesiapsiagaan yang berkaitan dengan tugas menjaga keamanan lingkungan. Taptu juga kerap dimaknai sebagai “penetapan waktu”, yang menggambarkan kesiapan dan kedisiplinan dalam menyambut momentum penting.
Ucu menilai pelaksanaan Taptu tahun ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan keinginan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., agar rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-528 Kuningan menghadirkan sesuatu yang lebih segar dan meriah.
Perbedaan terlihat dari keberagaman peserta maupun pakaian yang dikenakan. Jika pada tahun sebelumnya sebagian besar jajaran perangkat daerah menggunakan seragam Korpri, tahun ini sejumlah peserta tampil dengan pakaian dinas maupun seragam khas instansinya masing-masing.
“Memang ada hal yang berbeda karena Bapak Bupati menginginkan rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-528 Kuningan harus ada yang berbeda. Pesertanya lebih beragam dan suasananya lebih meriah,” jelasnya.
Menurut Ucu, keberagaman tersebut justru memberikan warna tersendiri bagi Taptu. Barisan peserta dari berbagai perangkat daerah tampil dengan identitas masing-masing, mulai dari PDH, Korpri hingga seragam khas instansi seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Hal itu membuat suasana pawai semakin semarak sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang menyaksikan langsung di sepanjang jalur pawai.
Bagi jajaran Diskominfo Kuningan, keikutsertaan dalam Taptu menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme di lingkungan aparatur pemerintah.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus diterjemahkan melalui kerja nyata, pelayanan publik dan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Kuningan.
Ucu berharap pelaksanaan Taptu pada tahun-tahun mendatang dapat terus berkembang dengan menghadirkan inovasi baru, sehingga kegiatan yang telah menjadi tradisi tersebut semakin menarik dan mampu mengundang antusiasme masyarakat.
“Untuk tahun depan tentunya diharapkan bisa lebih baik lagi dari tahun sekarang. Harus ada inovasi dari tahun ke tahun sehingga masyarakat akan lebih antusias lagi menyaksikan Taptu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun Taptu merupakan kegiatan rutin, inovasi dan sosialisasi yang baik menjadi kunci agar tradisi tersebut tetap hidup serta semakin dekat dengan masyarakat.
“Walaupun ini merupakan kegiatan rutin, inovasi dan sosialisasi yang baik akan membuat masyarakat semakin bersemangat untuk melihat kegiatan ini,” pungkasnya.
Semangat yang terpancar dari cahaya obor malam itu pun menjadi simbol bahwa api perjuangan tidak boleh padam. Dari generasi ke generasi, semangat kemerdekaan terus dijaga, sementara Kuningan melangkah bersama menyambut usia ke-528 dengan semangat kebersamaan dan pengabdiana.(rls)

Posting Komentar untuk "Kadiskominfo Kuningan: Taptu dan Pawai Obor Memiliki Nilai Historis yang Kuat Dalam Perjalanan Tradisi Peringatan Kemerdeakaan"