KUNINGAN OKE-Keberhasilan Kecamatan Luragung menjadi kampiun Bupati Cup Kuningan 2026 tidak terlepas dari sosok bertangan dingin benama Tasim Pitok (Wa Pitok). Pria yang kini mendapatkan julukan baru Bojan Pitok atas keberhasilan back to back itu memang luar biasa.
Bukan hanya jago dalam meracik taktik, pria ini dikenal keras dan tidak kenal kompromi. Ketika timnya merasa dicurangi ia tidak segan untuk protes bahkan menyatakan mundur.
Bagi warga Kecamatan Luragung (khususnya wilayah timur) sosok Wa Pitok sangat dihormati dan disegani. Semua pemain yang ingin menjadi pemain bola ingin dilatih oleh pria yang pernah nyaleg dari Partai Golkar itu.
Puluhan tahun menjadi pelatih membuatnya mudah menemukan talenta baru. Ia juga kerap melatih tim SMAN Luragung dan SMKN Luragung. Dan hebatnya lagi pada saat gelar turnamen antar pelajar kedua tim tersebut pernah bertemu di final.
Dari pengamatan kuningan oke, tahun ini para pemain Luragung tidak sementereng skuad tahun lalu. Pertama karena tidak bolehnya pemain senior ikut bertanding dan kedua banyak pemain Luragung memperkuat Porprov Kuningan yang dilarang bertanding.
Dua faktor itu tidak menjadi alasan, dengan mengandalkan kolektivitas, Bojak Pitok menyulap Luragung menjadi tim pragmatis dengan pertahanan kokoh. Tidak perlu mencetak banyak gol, tapi menang.
Banyak yang mengira tahu 2026 bukan milik Luragung, pertama penampilan dari babak 32 besar yang kurang menyakinkan dimana hanya menang adu penalti melawan Pancalang. Lalu, menang 2-0 atas Kecamatan Cimahi.
Ketika di babak 8 besar bertemu Kuningan, banyak pengamat memprediksi Luragung bakal tumbang. Penampilan produktif Kuningan selama babak penyisihan menjadi alasan.
Semua prediksi dipatahkan oleh Wa Pitok dengan taktik pragmatis, Kuningan tumbang, padahal mereka banyak mendapatkan peluang. Dengan sekali peluang dari tendangan penjuru, Brian Pebrian menghukum Kuningan dan menang 1-0.
Begitu juga di babak semi final, saat itu Cilimus bermain cantik, tapi lagi-lagi Luragung yang menang di menit terakhir. Melalui skema tendangan bebas dari Gian, Brian mencetak gol setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti.
Sementara itu, dibabak final, Wa Pitok berhasil meredam kecapatan Dadan dengan menempatkan Brian sebagai pengawal khusus striker dari Ciawigebang itu. Meski banyak peluang tapi Ciawigebang gagal membobol gawang.
Kalau pun terjadi gol itu murni kesalahan kiper Aji yang terlalu maju. Kehebatan Wa Pitok ini membuktikan bahwa ia merupakan pelatih bertangan dingin dengan segudang taktik, maka Luragung beruntung memiliki pelatih hebat.
Sementara itu, untuk kategori pemain terbaik Bupati Cup Kuningan 2026, panpel menjatuhkan pilihan kepada Rafii Pratama pemain asal Kecamatan Ciawigebang. Penampilan apik selama turnamen dan juga membawa Ciawigebang menjadi tim produktif yakni mencetak 11 gol menjadi alasan.
Rafii Pratama yang pernah berseragam Persis Solo di kompetisi EPA memang penampilannya menonjol. Bahkan Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar memuji aksi. Bahkan orang nomor satu di kota Kuningan itu memberikan kredit khusus pada pemain nomor 11.
"Baik Luragung dan Ciawigebang layak juara, hanya faktor keberuntungan saja yang membuat Ciawigebang gagal juara. Selain nomor 21 (Dadan), saya terkesima penampilan nomor 11 (Rafii). Mudah-mudahan menjadi pemain Pesik Kuningan dimasa depan," ujar Bupati Dian usai laga kepada wartawan.
Sekadar informasi, bukan hanya kategori pencetak gol terbanyak, Panpel Bupati Cup Kuningan 2026 juga memilih kiper terbaik dan pemenangnya adalah Satria Aji Indrawan. Kiper asal Kecamatan Ciawigebang itu memang layang menjadi penjaga terbaik.
Bukan hanya penampilan di grand final yang menggagalkan dua penendang penalti Ciawigebang, tapi sejak babak penyisihan pun penampilannya sangat apik. Hingga final (5 laga) hanya dua gol bersarang di gawangnya.
Pada pertai grand final penampilan Aji sempet membuat pendukung Luragung deg-degan. Sebab, gol dari Ciawigebang yang dicetak oleh Devdan karena ia melakukan blunder, dimana terlalu maju sehingga bola tidak bisa diantisipasi.
Kesalahan itu ia ganti dengan penampilan apik ketika menggagalkan dua algojo dari Ciawi yakni penendang pertama dan kedua. Dengan penyelamatan itu maka Luragung bisa back to back juara Bupati Cup.
Sementara itu, gelar top skor pada turnamen Bupati Cup Kuningan 2026 menjadi milik striker haus gol tim Kecamatan Ciawigebang Dadan Ramdani. Lajang asal Desa Ciomas itu menggelontorkan lima gol selama event itu berlangsung.
Dadan absen mencetak gol pada grand final karena mendapatkan kawalan dari Brian Pebriana. Pada saat adu penalti Dadan maju sebagai kiper karena dua kiper Ciawi mengalami cedera parah.
Sialnya, ia gagal menahan 4 penendangan penalti Luragung, meski satu gagal karena melambung. Dadan sendiri dipersiapkan menjadi penendang kelima, tapi karena skor sudah 4-2 ia tidak bisa.
Raihan top skor menjadi pelipur lara bagi Dadan yang gagal membawa timnya juara. Awalnya banyak yang memprediksi dengan ketajamannya, ia bisa membawa Ciawi juara, tapi takdir berkata lain.
Dengan permainan apik banyak pihak berharap Dadan terus berkembang dan menjadi pemain masa depan Kuningan yang memperkuat Pesik. Dengan poster tubuh ideal ditambah insting mencetak gol yang tinggi, harapan itu bisa terwujud asalkan ia disiplin.
Sekadar informasi, grand final Bupati Cup Kuningan 2026 yang digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (1/9/2026) sore menghadirkan drama. Bedanya tahun 2025 gol kemenangan Luragung tercipta di menit terakhir.
Sementara pada tahun ini, laga harus dilanjutkan ke adu penalti. Setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1 selama dua babak. Pada tos-tosan tim Luragung menang 4-2. Dari lima penendang Luragung hanya satu yang gagal.
Ciwigebang sendiri dari total empat hanya dua yang masuk yakni penendang kedua dan keempat. Penendang ke lima Ciawi tidak melaksanakan tugas karena skor sudah empat 4-2
Dari pantauan kuningan oke, laga berjalan dengan tempo sedang. Kedua tim terlalu bermain dengan hati-hati.Ciawigebang datang ke final dengan berbekal tim produktif, mencetak 10 gol dan kemasukan 2 gol.
Sebaliknya Luragung tim dengan pertahanan kuat, hanya mencetak lima gol, tapi hanya kebobolan satu gol. Sehingga laga lini merupakan duel tim produktif dengan pertahanan kuat.
Setelah terjadi jual beli serangan, akhirnya Luragung bisa mencuri gol melalui tendangan bebas dari jarak setengah lapangan. Adalah Brian Pebriana yang menjadi eksekutor. Bola melesat ke gawang Ciawigebang.
Tendangan keras itu coba ditangkap tapi meski berhasil diantispasi bola tetap masuk. Akibat tendangan keras itu penjaga gawang mengalami cedera serius sehingga harus diganti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Tertinggal satu gol, tim Ciawigebang meningkatkan tempo permainan dan hasilnya bisa membalas gol dari tendangan bebas. Tendangan dari nomor 7 yakni Devdan tidak bisa dijangkau Satri Aji yang terlanjur maju ke depan.
Sebelum gol ini terjadi, laga sempat terhenti karena terjadi kericuhan antara penonton yang sempat melemparkan botol ke dalam lapangan. Setelah kedua tim berdiskusi dengan perangkat pertandingan, laga akhirnya berlanjut.
Meski ada tambahan waktu 8 menit, kedua tim gagal menambah gol sehingga laga berlanjut ke babak adu penalti. Pada tos-tosan, Ciawigebang kurang beruntung karena kiper kedua mengalami cedera setelah mengalami benturan dengan pemain depan Luragung.
Pada kondisi seperti ini tim Ciawi menunjuk striker jangkung Dadan untuk kiper. Situasi sangat berpengaruh karena penendang pertama gagal, sedangkan dari Luragung sukses.
Hingga penendang ke tiga Luragung sukses menjadi algojo, sedangkan dari Ciawi penendang kedua dan ketiga bisa menjalankan tugas dengan baik, sehingga skor 3-2. Pada saat penendang ke empat dari Luragung gagal sehingga Ciawi mendapatkan kesempatan emas menyamakan kedudukan.
Sialnya, penendang ke empat dari Ciawi justru gagal setelah tendangan bisa diantisipasi oleh kiper Luragung Satria Aji, harapan menyamakan kedudukan dan memperpanjang nafas sirna.
Bukan hanya tim Ciawi yang kecewa tapi para penonton pun sama termasuk yang menyaksikan dari youtube kuningan oke. Adapun penendang ke lima Luragung sukses melaksanakan tugas sekaligus mengunci kemenangan 4-2.
Meski masih ada jatah penendang kelima yang akan diambil Dadan, tapi karena skor sudah tidak mungkin terkejar, maka penendang kelima Ciawigebang ditiadakan.
Dengan kemenangan ini maka Luragung bisa mencetak sejarah sebagai tim yang bisa back to back juara. Sedangkan Caiwigebang meski sedih karena gagal juara tapi dengan pencapaian tahun ini yang luar biasa, maka mereka layak bangga.
Pada kesempatan itu, kendati gagal membawa Ciawi juara, Dadan bisa sumringah karena bisa membawa pulang tropi top skor. Begitu juga dengan Rafii yang terpilih sebagai pemain terbaik. Sedangkan kiper terbaik milik Satria Aji dari Kecamatan Luragung.
Pada saat penyerahan, bupati yang didampingi Penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea mnegucapkan selamat kepada para pemenang. Ia mengaku banyak muncul talenta muda yang bisa memperkuat Pesik.
"Tadi saya liat ada pemain bagus nomor 11, 7 dan 22 dari Ciawigebang. Begitu juga dari Luragung. Ini hasil dari turnamen dan saya punya target, Kuningan menjadi penguasa di wilayah timur Jabar," ujarnya (azam)
Daftra Juara dan Penerima Penghargaan
Juara 1 Kecamatan Luragung
Juara 2 Kecamatan Ciawigebang
Juara 3 Kecamatan Cidahu
Juara 4 Kecamatan Cilimus
Top Skor Dadan Ramdani (Ciawi)
Pemain Terbaik Rafii Pratama (Ciawi)
Kiper Terbaik Satria Aji Indrawan (Luragung)
Grand Final 1 September
Pukul 13.00 WIB Fokopimda Vs Persib Legend 1-3
Pukul 15.00 WIB Kecamatan Ciawigebang Vs Kecamatan Luragung 1-1 (2-4)
Perebutan Juara 3
Senin 31 Agustus 2026 Kecamatan Cidahu Vs Kecamatan Cilimus
Berikut Hasil Lengkap Semi Final
Sabtu 29 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Ciawigebang Vs Kecamatan Cidahu 1-0
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Luragung Vs Kecamatan Cilimus 1-0
Berikut Hasil Lengkap 8 Besar
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Lebakwangi Vs Kecamatan Cidahu 0-0 (4-5)
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Garawangi Vs Kecamatan Cilimus 0-1
Minggu 23 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Ciwaru Vs Kecamatan Ciawigebang 0-3
Minggu 23 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Kuningan Vs Kecamatan Luragung 0-1
Semi Final Sabtu dan Minggu 29-30/8/2026)
Grand final 1 Spetember
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Putra Mayana Kadugede
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Subang Vs Kecamatan Ciwaru 0-1
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Maleber Vs Kecamatan Ciawigebang 1-2
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Desa Karamatwangi
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Kuningan Vs Kecamatan Cigugur 4-0
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Cipicung Vs Kecamatan Luragung 0-2
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Timbang Luhur Desa Cigandamekar
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Lebakwangi Vs Kecamatan Ciniru 1-0
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Darma Vs Kecamatan Cidahu 0-1
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Desa Ciawilor Kecamata Ciawigebang
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Sindangagung Vs Kecamatan Garawangi 1-1 (3-4)
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Japara Vs Kecamatan Cilimus 0-0 (2-4)
Hasil Babak 32 Besar
2 Agustus 2026
Lapangan Timbang Luhur Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar
Lebakwangi Vs Kramatmulya Pukul 08.00 WIB 3-1
Darma Vs Cibeureum Pukul 10.00 WIB 4-1
Ciniru Vs Cilebak Pukul 13.00 WIB 3-0
Hantara Vs Cidahu Pukul 15.00 WIB 0-5
2 Agustus 2026 Venue Lapangan Ciawilor
Sindangagung Vs Mandirancan Pukul 08.00 WIB 3-0
Japara Vs Karangkancana Pukul 10.00 WIB 2-1
Garawangi Vs Cigandamekar Pukul 13.00 WIB 2-2 (7-6)
Cibingbin Vs Cilimus Pukul 15.00 WIB 0-4
Sabtu 8 Agustus 2026 Venue Lapangan Putra Mayana Kadugede
Subang Vs Nusaherang Pukul 08.00 WIB 1-1 (3-2
Pasawahan Vs Maleber Pukul 10.00 WIB 0-1
Kalimanggis Vs Ciwaru Pukul 08.00 WIB 1-1 (2-3)
Jalaksana Vs Ciaiwgebang Pukul 15.00 WIB 1-4
Sabtu 8 Agustus 2026 Venue Desa Kramatwangi Kecamatan Garawangi
Kuningan Vs Kadugede Pukul 08.00 WIB 4-1
Cipicung Vs Selajambe Pukul 10.00 WIB 2-1
Cimahi Vs Cigugur Pukul 13.00 WIB 0-0 (3-4)
Cipicung Vs Selajambe Pukul 13.00 WIB
Pancalang Vs Luragung Pukul 15.00 WIB 1-1 (5-6)
Bagan Kiri
Lebakwangi Vs Kramatmulya
Ciniru Vs Cilebak
Darma Vs Cibeureum
Hantara Vs Cidahu
Kalimanggis Vs Ciwaru
Subang Vs Nusaherang
Pasawahan Vs Maleber
Jalaksana Vs Ciaiwgebang
Bagan Kanan
Kuningan Vs Kadugede
Cimahi Vs Cigugur
Cipicung Vs Selajambe
Pancalang Vs Luragung
Sindangagung Vs Mandirancan
Garawangi Vs Cigandamekar
Japara Vs Karangkancana
Cibingbin Vs Cilimus
Seperti diberitakan sebelumnya turnamen sepakbola antar kecamatan se-Kabupaten Kuningan kembali dihelat pada tahun 2026. Untuk tahun ini konsepnya sama dengan tahun 2025 yakni babak penyisihan dan babak 16 besar digelar empat titik dan delapan besar di Stadion Mashud Wisnusaputra.
Kalau pun yang ada berbeda adalah drawing tahun ini diacak tidak berdasarkan zona. Dulu dibagi delapan zona, sehingga satu wilayah tidak bisa bertemu. Seperti contoh Ciniru, Hantara, Sindangagung dan Garawangi satu grup sekarang tidak.
"Iya tadi hasil manager meeting langsung digelar drawing. Untuk babak penyisihan dan babak 16 besar akan digelar di empat titik," ujar Panpel Bupati Cup Kuningan 2026, Bung Adon, Senin (20/7/2026).
Sementara, itu, untuk kickoff digelar pada Minggu 2 Agustus 2026. Namun, sebelumnya digelar pembukaan dan kirab Bupati Cup 2026.
Untuk lokasi babak penyisihan digelar di Lapangan Kadugede Kecamatan Kadugede, Lapangan Kramatwangi Kecamatan Garwangi. Lalu, Lapangan Ciawilor Kecamatan Ciawigebang dan lapangan Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar.
Pada helatan Bupati Cup Kuningan 2026 ada beberapa regulasi yakni setiap tim maksimal bisa mendaftarkan 23 pemain dan minimal 17 orang. Lalu, pemain kelahiran 1 Januari 2006-31 31 Desember 2009 (tanpa pemain senior/joker 17 tahun -20 tahun
Panpel memperbolehkan pemain U-16 1 Jnauari 2010-31 Desember 2010 sebanyak empat pemain. Untuk pemain semua harus berasal dari kecamatan setempa.
Selanjutnya untuk durasi pertandingan selama 70 menit yang dibagi dua babak yakni masing-masing 35 menit. Sedangkan waktu jeda hanya 10 menit, yang dihitung dari babak pertama berakhir sampai peluit babak kedua.(azam)
Posting Komentar untuk "Dibalik Back to Back Luragung Juara Bupati Cup Kuningan, Ada Pelatih Bertangan Dingin Bernama Bojan Pitok"