KUNINGAN OKE- Dibanding tahun lalu jumlah penonton yang hadir di final Bupati Cup Kuningan 2026 lebih banyak. Selain faktor tiket gratis juga lawan yang dihadapi adalah Ciawigebang yang memiliki basis penonton yang fanatik.
Dari Kecamatan Luragung sendiri penonton yang datang diangkut bus sebanyak 10 armada. Selain itu, mereka datang menggunakan mobil pribadi dan motor. Sedangkan Ciawi menggunakan kendaraan pribadi.
Pemandangan tribun penuh oleh penonton memang menjadi hal yang langka selama ini. Dulu ketika Stadion Mashud Wisnusaputra menjadi kandang Persita Tangerang pada ajang ISL tahun 2014, stadion sempat penuh.
"Warga Luragung itu fanitismenya sangat luar biasa. Kami datang dengan 10 bus dan itu dibatasi. Belum juga kendaraan pribadi. Dukungan mereka tidak sia-sia karena Luragung juara dan back to back," ujar Camat Luraging Deni Komara alias Akom.
Sementara itu, Andri penonton yang datang langsung ke stadion meminta, event bupati cup tanpa tiket alias gratis harus sering digelar. Hal ini agar bisa memberikan hiburan.
Sementara itu, suksesnya gelaran Bupati Cup Kuningan 2026 membuat orang nomor satu di Kuningan H Dian Rachmat Yanuar merasa puas. Ia berjanji turnamen sepakbola antara kecamatan itu akan kembali digelar pada tahun 2027.
"Alhamdulillah turnamen berjalan sukses dan melahirkan talenta muda Kuningan. Tahun depan pasti digelar dengan lebih meriah lagi dan hadiah lebih besar lagi," ujar Dian.
Ditempat yang sama, Penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea tidak kalah girangnya dengan lancarnya turnamen hingga akhir. Pemilik Ajib itu memberikan hadiah tiga kali lipat bagi semua tim juara.
"Tahun depan Juara 1 Rp25 Juta, Juara 2 Rp20 Juta dan Juara 2 Rp15 juta.Begitu juga doorprizenya," ujar Andi Gani yang merupakan pituin asli Kuningan itu.
Sekadar informasi, sama seperti tahun lalu, puncak grand final Bupati Cup Kuningan 2026 di Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (1/9/2026) sore menghadirkan drama. Bedanya tahun 2025 gol kemenangan Luragung tercipta di menit terakhir.
Sementara pada tahun ini, laga harus dilanjutkan ke adu penalti. Setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1 selama dua babak. Pada tos-tosan tim Luragung menang 4-2. Dari lima penendang Luragung hanya satu yang gagal.
Ciwigebang sendiri dari total empat hanya dua yang masuk yakni penendang kedua dan keempat. Penendang ke lima Ciawi tidak melaksanakan tugas karena skor sudah empat 4-2
Dari pantauan kuningan oke, laga berjalan dengan tempo sedang. Kedua tim terlalu bermain dengan hati-hati.Ciawigebang datang ke final dengan berbekal tim produktif, mencetak 10 gol dan kemasukan 2 gol.
Sebaliknya Luragung tim dengan pertahanan kuat, hanya mencetak lima gol, tapi hanya kebobolan satu gol. Sehingga laga lini merupakan duel tim produktif dengan pertahanan kuat.
Setelah terjadi jual beli serangan, akhirnya Luragung bisa mencuri gol melalui tendangan bebas dari jarak setengah lapangan. Adalah Brian Pebriana yang menjadi eksekutor. Bola melesat ke gawang Ciawigebang.
Tendangan keras itu coba ditangkap tapi meski berhasil diantispasi bola tetap masuk. Akibat tendangan keras itu penjaga gawang mengalami cedera serius sehingga harus diganti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Tertinggal satu gol, tim Ciawigebang meningkatkan tempo permainan dan hasilnya bisa membalas gol dari tendangan bebas. Tendangan dari nomor 7 yakni Devdan tidak bisa dijangkau Satri Aji yang terlanjur maju ke depan.
Sebelum gol ini terjadi, laga sempat terhenti karena terjadi kericuhan antara penonton yang sempat melemparkan botol ke dalam lapangan. Setelah kedua tim berdiskusi dengan perangkat pertandingan, laga akhirnya berlanjut.
Meski ada tambahan waktu 8 menit, kedua tim gagal menambah gol sehingga laga berlanjut ke babak adu penalti. Pada tos-tosan, Ciawigebang kurang beruntung karena kiper kedua mengalami cedera setelah mengalami benturan dengan pemain depan Luragung.
Pada kondisi seperti ini tim Ciawi menunjuk striker jangkung Dadan untuk kiper. Situasi sangat berpengaruh karena penendang pertama gagal, sedangkan dari Luragung sukses.
Hingga penendang ke tiga Luragung sukses menjadi algojo, sedangkan dari Ciawi penendang kedua dan ketiga bisa menjalankan tugas dengan baik, sehingga skor 3-2. Pada saat penendang ke empat dari Luragung gagal sehingga Ciawi mendapatkan kesempatan emas menyamakan kedudukan.
Sialnya, penendang ke empat dari Ciawi justru gagal setelah tendangan bisa diantisipasi oleh kiper Luragung Satria Aji, harapan menyamakan kedudukan dan memperpanjang nafas sirna.
Bukan hanya tim Ciawi yang kecewa tapi para penonton pun sama termasuk yang menyaksikan dari youtube kuningan oke. Adapun penendang ke lima Luragung sukses melaksanakan tugas sekaligus mengunci kemenangan 4-2.
Meski masih ada jatah penendang kelima yang akan diambil Dadan, tapi karena skor sudah tidak mungkin terkejar, maka penendang kelima Ciawigebang ditiadakan.
Dengan kemenangan ini maka Luragung bisa mencetak sejarah sebagai tim yang bisa back to back juara. Sedangkan Caiwigebang meski sedih karena gagal juara tapi dengan pencapaian tahun ini yang luar biasa, maka mereka layak bangga.
Pada kesempatan itu, kendati gagal membawa Ciawi juara, Dadan bisa sumringah karena bisa membawa pulang tropi top skor. Begitu juga dengan Rafii yang terpilih sebagai pemain terbaik. Sedangkan kiper terbaik milik Satria Aji dari Kecamatan Luragung.
Pada saat penyerahan, bupati yang didampingi Penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea mnegucapkan selamat kepada para pemenang. Ia mengaku banyak muncul talenta muda yang bisa memperkuat Pesik.
"Tadi saya liat ada pemain bagus nomor 11, 7 dan 22 dari Ciawigebang. Begitu juga dari Luragung. Ini hasil dari turnamen dan saya punya target, Kuningan menjadi penguasa di wilayah timur Jabar," ujarnya (azam)
Daftra Juara dan Penerima Penghargaan
Juara 1 Kecamatan Luragung
Juara 2 Kecamatan Ciawigebang
Juara 3 Kecamatan Cidahu
Juara 4 Kecamatan Cilimus
Top Skor Dadan Ramdani (Ciawi)
Pemain Terbaik Rafiin Pratama (Ciawi)
Kiper Terbaik Satria Aji Indrawan (Luragung)
Grand Final 1 September
Pukul 13.00 WIB Fokopimda Vs Persib Legend 1-3
Pukul 15.00 WIB Kecamatan Ciawigebang Vs Kecamatan Luragung 1-1 (2-4)
Perebutan Juara 3
Senin 31 Agustus 2026 Kecamatan Cidahu Vs Kecamatan Cilimus
Berikut Hasil Lengkap Semi Final
Sabtu 29 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Ciawigebang Vs Kecamatan Cidahu 1-0
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Luragung Vs Kecamatan Cilimus 1-0
Berikut Hasil Lengkap 8 Besar
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Lebakwangi Vs Kecamatan Cidahu 0-0 (4-5)
Sabtu 22 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Garawangi Vs Kecamatan Cilimus 0-1
Minggu 23 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Ciwaru Vs Kecamatan Ciawigebang 0-3
Minggu 23 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Kuningan Vs Kecamatan Luragung 0-1
Semi Final Sabtu dan Minggu 29-30/8/2026)
Grand final 1 Spetember
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Putra Mayana Kadugede
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Subang Vs Kecamatan Ciwaru 0-1
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Maleber Vs Kecamatan Ciawigebang 1-2
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Desa Karamatwangi
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Kuningan Vs Kecamatan Cigugur 4-0
Sabtu 15 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Cipicung Vs Kecamatan Luragung 0-2
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Timbang Luhur Desa Cigandamekar
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Lebakwangi Vs Kecamatan Ciniru 1-0
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Darma Vs Kecamatan Cidahu 0-1
Hasil Babak 16 Besar Venue Lapangan Desa Ciawilor Kecamata Ciawigebang
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 13.00 WIB Kecamatan Sindangagung Vs Kecamatan Garawangi 1-1 (3-4)
Minggu 9 Agustus 2026 Pukul 15.00 WIB Kecamatan Japara Vs Kecamatan Cilimus 0-0 (2-4)
Hasil Babak 32 Besar
2 Agustus 2026
Lapangan Timbang Luhur Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar
Lebakwangi Vs Kramatmulya Pukul 08.00 WIB 3-1
Darma Vs Cibeureum Pukul 10.00 WIB 4-1
Ciniru Vs Cilebak Pukul 13.00 WIB 3-0
Hantara Vs Cidahu Pukul 15.00 WIB 0-5
2 Agustus 2026 Venue Lapangan Ciawilor
Sindangagung Vs Mandirancan Pukul 08.00 WIB 3-0
Japara Vs Karangkancana Pukul 10.00 WIB 2-1
Garawangi Vs Cigandamekar Pukul 13.00 WIB 2-2 (7-6)
Cibingbin Vs Cilimus Pukul 15.00 WIB 0-4
Sabtu 8 Agustus 2026 Venue Lapangan Putra Mayana Kadugede
Subang Vs Nusaherang Pukul 08.00 WIB 1-1 (3-2
Pasawahan Vs Maleber Pukul 10.00 WIB 0-1
Kalimanggis Vs Ciwaru Pukul 08.00 WIB 1-1 (2-3)
Jalaksana Vs Ciaiwgebang Pukul 15.00 WIB 1-4
Sabtu 8 Agustus 2026 Venue Desa Kramatwangi Kecamatan Garawangi
Kuningan Vs Kadugede Pukul 08.00 WIB 4-1
Cipicung Vs Selajambe Pukul 10.00 WIB 2-1
Cimahi Vs Cigugur Pukul 13.00 WIB 0-0 (3-4)
Cipicung Vs Selajambe Pukul 13.00 WIB
Pancalang Vs Luragung Pukul 15.00 WIB 1-1 (5-6)
Bagan Kiri
Lebakwangi Vs Kramatmulya
Ciniru Vs Cilebak
Darma Vs Cibeureum
Hantara Vs Cidahu
Kalimanggis Vs Ciwaru
Subang Vs Nusaherang
Pasawahan Vs Maleber
Jalaksana Vs Ciaiwgebang
Bagan Kanan
Kuningan Vs Kadugede
Cimahi Vs Cigugur
Cipicung Vs Selajambe
Pancalang Vs Luragung
Sindangagung Vs Mandirancan
Garawangi Vs Cigandamekar
Japara Vs Karangkancana
Cibingbin Vs Cilimus
Seperti diberitakan sebelumnya turnamen sepakbola antar kecamatan se-Kabupaten Kuningan kembali dihelat pada tahun 2026. Untuk tahun ini konsepnya sama dengan tahun 2025 yakni babak penyisihan dan babak 16 besar digelar empat titik dan delapan besar di Stadion Mashud Wisnusaputra.
Kalau pun yang ada berbeda adalah drawing tahun ini diacak tidak berdasarkan zona. Dulu dibagi delapan zona, sehingga satu wilayah tidak bisa bertemu. Seperti contoh Ciniru, Hantara, Sindangagung dan Garawangi satu grup sekarang tidak.
"Iya tadi hasil manager meeting langsung digelar drawing. Untuk babak penyisihan dan babak 16 besar akan digelar di empat titik," ujar Panpel Bupati Cup Kuningan 2026, Bung Adon, Senin (20/7/2026).
Sementara, itu, untuk kickoff digelar pada Minggu 2 Agustus 2026. Namun, sebelumnya digelar pembukaan dan kirab Bupati Cup 2026.
Untuk lokasi babak penyisihan digelar di Lapangan Kadugede Kecamatan Kadugede, Lapangan Kramatwangi Kecamatan Garwangi. Lalu, Lapangan Ciawilor Kecamatan Ciawigebang dan lapangan Desa Timbang Kecamatan Cigandamekar.
Pada helatan Bupati Cup Kuningan 2026 ada beberapa regulasi yakni setiap tim maksimal bisa mendaftarkan 23 pemain dan minimal 17 orang. Lalu, pemain kelahiran 1 Januari 2006-31 31 Desember 2009 (tanpa pemain senior/joker 17 tahun -20 tahun
Panpel memperbolehkan pemain U-16 1 Jnauari 2010-31 Desember 2010 sebanyak empat pemain. Untuk pemain semua harus berasal dari kecamatan setempa.
Selanjutnya untuk durasi pertandingan selama 70 menit yang dibagi dua babak yakni masing-masing 35 menit. Sedangkan waktu jeda hanya 10 menit, yang dihitung dari babak pertama berakhir sampai peluit babak kedua.(azam)
Posting Komentar untuk "Ribuan Penonton Hadiri Final Bupati Cup Kuningan 2026, Pendukung Luragung Paling Banyak "