Loading...

Setelah Luragung dan Cidahu, Terjangan Angin Kencangan Terjadi di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe

 








KUNINGAN OKE- Insiden terjangan angin kencang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan. Kali ini terjadi di  Dusun Kutamanggu Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kuningan dari Sekdes KutawariNgin, angin kencang terjadi pada Jumat (6/11/2026) pukul 15.00 WIB dan laporan diterima BPBD pukul 16.15 WIB. 

Menuerut Kalak BPBD KuninganIndra Bayu Permana , akibat terjangan angin kencang beberapa ruko atau kios dan pohon terbawa angin. Hujan deras disertai angin kencang sendiri mulai terjadi pada pukul 14.30 WIB dan baru reda pukul 16.00 WIB.

"Kami langsung terjunkan personil untuk penanganan bencana tersebut. Nanti akan ada update terbaru dari para anggota di lapangan," ujar Indra.

Terpisah, dari rekaman video yang beredar, hujan deras  dan angin kencang benar-benar membuat warga ketakutan dan panik. Terlihat sapuan angin ke kios yang ada di sekitar TKP.  

Sekedar informasi BPBD Kuningan pada Rabu tanggal 4 November 2026 merilis data terbaru mengenai jumlah bencana yang terjadi di Kabupaten Kuningan. Dari tanggal 1 Januari hingga 3 November 2026 tercatat sudah ada 186 terjadi.

Jumlah bencana sebanyak itu tersebar di 117 desa/kelurahan yang ada di 31 kecamatan. Adapun bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor, cuaca ektrim 31 kejadian dan bangunan amburk sebanyak 16 kejadian.

Jenis kejadian terbanyak:
• Tanah longsor: 99 kejadian
• Cuaca ekstrem: 31 kejadian
• Bangunan ambruk: 16 kejadian
• Kebakaran rumah/bangunan: 14 kejadian
• Kebakaran hutan dan lahan: 10 kejadian
• Banjir: 6 kejadian
• Kekeringan: 5 kejadian
Dampak terhadap masyarakat:
• 3 jiwa meninggal dunia
• 1 jiwa hilang
• 2 jiwa luka-luka
• 13 jiwa mengungsi
• 799 jiwa kategori menderita/terdampak
Dampak terhadap rumah:
• 40 unit rusak berat
• 62 unit rusak sedang
• 287 unit rusak ringan
• 68 unit terancam
• 165 unit terendam

Kalak BPBD Kuningan menyebutkan, data ini menjadi pengingat bahwa risiko bencana dapat terjadi di berbagai wilayah dan membutuhkan kesiapsiagaan bersama. Memasuki musim hujan 2026/2027, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan cuaca ekstrem.


Kenali risiko di lingkungan sekitar, pantau informasi cuaca resmi BMKG, dan segera laporkan apabila menemukan potensi bahaya atau kejadian bencana Simpan dan bagikan informasi ini sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.(azam)




Posting Komentar untuk "Setelah Luragung dan Cidahu, Terjangan Angin Kencangan Terjadi di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe"