"RH memecahkan kaca mobil menggunakan kunci roda. Ia berharap skenario ini bisa membuat istri percaya bahwa ia korban pencurian. Padahal di dalam mobil itu tidak ada uang," jelas pria yang dipanggil Akbar.
Diterangkan, mengenai video yang beredar terkait insiden tersebut juga dipastikan hoaks. Polisi, akan mendalami kasus ini terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
"Atas insiden ini kami mengingatkan, agar masyarakat tidak membuat laporan palsu karena dapat berujung pada kasus konsekuensi hukum," tandasnya.
Kapolres Akbar mengharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak merekayasa kejadian atau menyebarkan informasi bohong, yang berpotensi menimbulkan keresahan sekaligus berharapan dengan hukum.
Insiden laporan palsu di wilayah hukum Kuningan bukan kali pertama tapi juga pernah terjadi, ketika warga Bandung, yang merantau di Kuningan menjadi tukang sabit sebuah peternakan kambing di Kecamatan Cilimus.
Ia terlilit hutang akibat ketagihan judol. Uang yang ia gunakan untuk deposit judol merupakan uang pinjaman dari bosnya. Akibat ludes ia membuat alibi seolah menjadi korban pembegalan agar ia terbebas dari hutang.
Skenario A tidak berjalan mulus karena ketika pasca melapor ke Polsek Cilimus dan dilakukan penyelidikan apa yang dikatakan oleh warga Bandung tidak sinkron, meski memang pria tinggi besar itu sempat terjatuh dari motor, tapi itu karena laka tunggal.(azam)

Posting Komentar untuk " Uang di Rekening Lenyap Rp18 Juta, Sang Suami Bikin Rekayasa, Pilih Pecahkan Kaca Mobil dan Lapor Polisi "