Loading...

Gunung Ciremai Terbakar, Kali Pertama di Tahun 2026


 




KUNINGAN OKE- Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan oleh Balai Taman Nasional

Gunung Ciremai. Pengendalian kebakaran hutan selalu mengedepankan upaya pencegahan 

terjadinya kebakaran hutan. Beberapa kegiatan pencegahan yang dilakukan antara lain:

sosialisasi dan penyuluhan, rapat koordinasi dengan pihak terkait, patroli pengamanan 

kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan, penyiapan embung-embung air yang ada, 

pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar dan pembinaan mitra masyarakat (MPA dan MMP). 

Menurut rilis BMKG, pada bulan Juli hingga Agustus 2026 mendatang, wilayah 

Kabupaten Kuningan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga 

September 2026. Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Kuningan diperkirakan 

menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang dibandingkan kondisi normal. 

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Barat akan 

terjadi secara serentak pada Agustus 2026. Curah hujan pada Juli dan Agustus 2026 secara 

umum diprediksi masuk kategori bawah normal. Ini berarti curah hujan akan jauh lebih rendah 

dan wilayah akan lebih kering dari biasanya. Untuk perkiraan jangka pendek, cuaca harian di 

Kuningan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan. BMKG mengingatkan bahwa 

musim kemarau bukan berarti hujan akan berhenti sepenuhnya. Potensi hujan ringan hingga 

sedang masih dapat terjadi pada kondisi tertentu. Suhu rata-rata cenderung lebih panas 

terutama pada siang hari. 

Selasa, 21 Juli 2026, untuk pertama kalinya Ciremai terbakar di tahun 2026, tepatnya setelah 

dilaksanakan apel siaga DALKARHUTLAH Provinsi Jawa Barat yang di pusatkan di lapangan 

BP2SDM Kementerian Kehutanan di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka. Api 

terpantau di seputaran wilayah administrasi Desa Padabenghar, tepatnya di blok Cirendang, 

SPTN Wilayah I Kuningan sekitar pukul 11.50 WIB. Beberapa Petugas Balai TNGC peserta 

apel DALKARHUTLAH (4 orang) yang melakukan patroli di ODTWA Batu Luhur melihat 

kepulan asap dan juga berbarengan informasi dari masyarakat dan perangkat desa sekitar 

diterima oleh call center TNGC, petugas TNGC lainnya yang menyampaikan adanya asap 

yang terlihat di sekitar blok Cirendang. 

“Positif A1, titik api berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, tepatnya di blok 

Cirendang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan” ucap tim patroli yang berada di 

ODTWA Batu Luhur (Iyon K, Agus Sumarna, Andis NH dan Dede Rosade) yang langsung 

berkomunikasi dengan posko DALKARHUT SPTN I Kuningan yang berada di Desa Singkup, 

Kecamatan Pasawahan dan langsung bergerak ke titik api untuk melakukan pengendalian 

kebakaran tersebut. Sementara petugas posko berkoordinasi dengan para pihak (internal dan 

eksternal) untuk penanganan kebakaran selanjutnya. “Api cepat sekali menjalar karena 

mayoritas tutupan lahan berupa semak belukar kering dan tiupan angin yang kencang” jelas 

Toni Anwar, S. Hut, M.T, Kepala Balai TNGC. Ada sejumlah luasan tanaman hasil penanaman

kegiatan pembuatan sekat bakar hijau tahun 2024 dan tanaman hasil pemeliharaan sekat 

bakar hijau di blok Cirendang tahun 2025 dengan total sejumlah 2.750 tanaman, yang terdiri 

dari jenis Bayur (Pterospermum lanceaefolium), Beringin (Ficus benjamina), Kelor (Moringa 

oleifera), Asam (Tamarindus indica), Buni (Antidesma bunius), Puspa (Schima wallichii), 

Bungur (Langerstromea sp.), Pinang (Areca catechu), Nangka (Artocarpus heterophyllus), 

Petai (Parkia speciosa), Salam (Syzygium polyanthum) dan Manglid (Magnolia blumei), 

dengan usia tanaman dari usia 9 bulan (untuk tanaman hasil penyulaman) sampai dengan usia 

2 tahun 5 bulan (untuk tanaman hasil penanaman pada kegiatan pembuatan sekat bakar hijau 

di Blok Cirendang tahun 2024)“ Selanjutnya, upaya pemadaman dilakukan dengan

menggunakan gepyok alami berupa ranting daun basah sambil menunggu peralatan 

pemadaman kebakaran hutan dan lahan yaitu jet shooter dan mesin pompa air yang ada di 

Posko DALKARHUT Singkup tiba” ucap Toni Anwar lagi. 

Pukul 17.00 WIB kobaran api dapat dipadamkan. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan mop up

(tindakan mencari dan memadamkan sisa api sekecil apapun) ke beberapa titik bara api yang 

masih menyala untuk dipastikan api benar-benar telah padam. Perkiraan luas areal terbakar 

± 14,9 Ha, dugaan sementara kebakaran yang terjadi pada grid 22J dan 22K (Blok Cirendang 

Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan. akibat kelalaian manusia. Personil yang terlibat 

dalam pemadaman di lapangan :

1. Personil TNI

2. Personil POLRI

3. Personil TNGC 

4. Personil BPBD Kab.Kuningan

5. MPA Padacik (Padabeunghar-Cikalahang)

6. Mitra Pengelola ODTWA Koperasi Jaya Pakuan Pajaten, Pujangga Manik Batu Luhur

7. PDAM Gunung Jati Cirebon

8. Masyarakat Dusun Kaduela, Dusun Cirendang

9. Kelompok Paguyuban Silihwangi

10. Semua pihak yang berperan serta 

“untuk luasan dan dugaan titik awal api akan dilakukan pengukuran besok hari Rabu 

22/7/2026”, jelas Kepala Balai TNGC.

Ayo jaga dan lestarikan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai. Kita sama-sama 

wujudkan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai aman kebakaran hutan dan lahan. (*)



Posting Komentar untuk "Gunung Ciremai Terbakar, Kali Pertama di Tahun 2026 "