Loading...

Saksikan Karnaval Budaya 2026, Ribuan Warga Kuningan Tumplek di Sepanjang Jalan Siliwangi, Tampilan Peserta Tahun Ini Lebih Heboh dan Beragam

 


KUNINGAN OKE- Karnaval  Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”  yang dihelat pada Minggu (13/9/2026) benar-benar menjadi hiburan bagi warga. Hal ini dibuktikan dengan membludaknya pengunjung.

Mereka datang sejak pagi hari dari berbagai penjuru Kuningan dan tidak mau beranjak pulang sebelum acara kelar. Padahal cuaca Kuningan pada September ini terbilang panas. Namun, antusiasme yang tinggi membuat warga tidak peduli.

Bukan kali ini peserta membludak, tapi setiap karnaval budaya digelar. Bagi warga Kuningan event ini yang merupakan paling ditunggu, selain babarit dan pemeran pembangunan.

Seperti diberitakan sebelumnya, peserta karnaval dibagi ke dalam lima grup besar. Mereka diberikan waktu untuk mempertunjukan apa yang mereka bawakan. 

Karnaval berlangsung semarak selama kurang lebih lima jam tanpa jeda. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menampilkan berbagai atraksi, kostum megah, kesenian tradisional, replika budaya, hingga tema-tema sejarah Kuningan yang dikemas secara kreatif.

Bupati bersama Wakil Bupati Tuti Andriani,  Ketua DPRD, Dandim 0615, Kapolres, Kajari, Sekda yang juga Ketua Harjad ke 528 Kuningan. Mereka tampil mengenakan Kostum Nusantara dan busana Kerajaan Saung Galah. Mereka berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Panggung Kehormatan di Taman Kota Kuningan.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, helaran budaya ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah dan budaya Kuningan sebagai pijakan menuju masa depan.

“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” ujar Dian saat melepas rangkaian Helaran Budaya Kuningan.

Menurutnya, masyarakat Kuningan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan bergerak menuju kemajuan, namun tetap menjaga nilai-nilai sejarah, tradisi, dan budaya yang menjadi identitas daerah.

“Hari ini kita mencoba mengingat kembali masa lalu untuk ditepatkan jalan sebagai masa depan,” katanya.

Rangkaian helaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran instansi daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga perwakilan kecamatan.

Berbagai penampilan disuguhkan dalam sejumlah kelompok tematik. Salah satunya mengangkat perjalanan sejarah Kuningan mulai dari masa pra-sejarah, masuknya Hindu-Buddha, masuknya Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan dan Perundingan Linggarjati, hingga masa kemerdekaan.

Peserta lainnya menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya, seperti replika Kuda Putih, alunan angklung, kisah kerajaan Saunggalah, Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman, kostum Nusantara, serta aneka kreasi inovatif dari pelajar, perguruan tinggi, dan komunitas.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan drumband, marching band, pencak silat, Polisi Cilik, kesenian tradisional, dan berbagai atraksi lainnya.

Di tengah rangkaian acara, turut dilaksanakan penyerahan Anugerah Tokoh Pinunjul Kuningan kepada Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H. atas kontribusi luar biasa yang diberikan kepada masyarakat dan pembangunan daerah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Dian.

Usai helaran, Bupati Dian mengaku puas melihat antusiasme peserta dan masyarakat yang setia bertahan hingga akhir pertunjukan.“Saya sangat puas, merasa terhibur, dan saya lihat juga masyarakat bertahan sampai akhir. Lima jam tanpa jeda dan sekarang lebih terkonsep. Setiap peserta mengusung tema dan tata kelolanya kita atur, dan ternyata mereka bisa,” ungkapnya.

Dian menilai helaran tahun ini bukan hanya menyuguhkan kemeriahan, melainkan sarat akan pesan edukatif.“Ini jujur merupakan hiburan yang menarik dan berisi, ada tontonan dan ada juga tuntunan. Mudah-mudahan jadi spirit bagi kita untuk membangun ke arah lebih baik,” tuturnya.

Sejumlah peserta juga menyelipkan pesan mengenai kebersihan, kepedulian lingkungan, tata kelola pemerintahan yang baik, hingga aspirasi untuk kemajuan daerah.

Dian menegaskan, kemajuan Kuningan harus tetap dibangun kokoh di atas akar budya dan tradisi leluhur.

“Kita boleh modern, tapi kita tidak boleh lupa dan harus tetap mengingat jasa-jasa leluhur. Jati diri, tradisi harus jadi bagian hidup kita, masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” katanya.

Diterangkan, ke depannya , ia  berencana terus menggenjot berbagai potensi daerah melalui kegiatan kreatif dan festival, termasuk merancang gelaran berskala internasional tanpa membebani APBD. Dian optimistis keindahan alam, SDM, dan ekonomi kreatif Kuningan memiliki prospek besar yang siap melejit.

“Saya ingin Kuningan melejit melesat ke depan dengan segala potensi yang ada. Ini kita belum tergali saja. Kalau bukan oleh kita, siapa lagi?”  sebutnya.(rls)

Posting Komentar untuk "Saksikan Karnaval Budaya 2026, Ribuan Warga Kuningan Tumplek di Sepanjang Jalan Siliwangi, Tampilan Peserta Tahun Ini Lebih Heboh dan Beragam "