Loading...

Bantuan Logistik Untuk Kebutuhan Penanganan Karhutla Ciremai Mengalir


KUNINGAN OKE- Meski titik  api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai berkurang dari 13 menjadi 10 titik, karena menggunakan helikopter  penyiram air (water bombing) yang dilakukan oleh pihak TNI AU pada Jumat (23/10/2026) 2.000 liter air.

Dengan sekali angkut air bisa mencapai 2.000 liter. Adapun sumber air diambil dari Situ Cipariuk. Pengambilan air sendiri membutuhkan waktu antara 10-15 menit atau tergantung jarak ketika helikopter menyiram ke titik  api.

Saat ini petugas gabungan yang mencapai 1.000 orang terus bergerak. Bahkan penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dibantu oleh  Tim OMC (Operasi Modifikasi Cauca)  BNPB pada Sabtu (24/10/2026) telah melaksanakan penyemaian awan di area Gunung Ciremai sebagai salah satu upaya untuk mendukung penanganan karhutla.  

Sementara itu, pada Menurut Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 17.00 WIB, dilaksanakan kunjungan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan bersama Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten ke lokasi penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Kunjungan ini sekaligus disertai penyaluran bantuan logistik untuk mendukung kebutuhan petugas gabungan dalam pelaksanaan penanganan karhutla di lapangan.

"Dukungan dan sinergi lintas instansi terus diperkuat demi kelancaran penanganan karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan personel," ujarnya.(azam)

Posting Komentar untuk "Bantuan Logistik Untuk Kebutuhan Penanganan Karhutla Ciremai Mengalir"