KUNINGAN OKE- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menjenguk, siswa SMP negeri yang mengalami gangguan kesehatan setelah terkena semprotan cairan pembersih lantai. Selasa (13/10/2026) di RSUD Linggajati.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan kondisi siswa sekaligus meminta agar peristiwa yang sempat dikaitkan dengan dugaan perundungan (bullying) itu ditindaklanjuti secara cermat.
Kunjungan dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., serta Direktur RSUD Linggajati, dr. Hj. Eva Maya, M.M. untuk melihat langsung kondisi siswa yang sebelumnya mendapatkan penanganan medis.
Bupati Dian menyampaikan bahwa kondisi siswa tersebut menunjukkan perkembangan yang baik. Ia berharap siswa tersebut segera pulih sepenuhnya dan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
“Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik dan dipastikan aman. Mudah-mudahan besok ia bisa beraktivitas kembali seperti sediakala,” ujar Bupati.
Selain memastikan kondisi kesehatan, Bupati juga menggali keterangan langsung dari siswa tersebut mengenai kronologi kejadian. Berdasarkan percakapan tersebut, insiden diduga bermula dari candaan antarsiswa yang kemudian berujung pada penyemprotan cairan pembersih lantai.
Dalam keterangannya, siswa tersebut menyebut cairan tersebut mengenai bagian wajah, termasuk mulut dan mata. Ia juga menyampaikan bahwa ada teman lain yang turut terkena semprotan.
Setelah kejadian, mengalami mual dan muntah hingga mendapatkan pertolongan di lingkungan sekolah sebelum dibawa untuk menjalani penanganan medis.
Bupati Dian menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya saat menjenguk korban, semprotan tersebut disebut tidak secara khusus ditujukan kepada siswa tersebut, melainkan diarahkan kepada beberapa orang dan kebetulan mengenai dirinya.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa peristiwa tersebut tetap harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya menugaskan Pak Kadisdik untuk melakukan pembinaan dan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.
Bupati juga mengimbau agar barang-barang yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa tidak dibawa atau dibiarkan berada di dalam kelas. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas siswa perlu diperkuat, termasuk pada jam istirahat maupun jam kosong yang berpotensi menjadi waktu rawan terjadinya insiden.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan dan kenyamanan siswa harus menjadi perhatian bersama, baik bagi pihak sekolah, guru, maupun orang tua.
Terkait munculnya dugaan perundungan dalam pemberitaan mengenai kejadian tersebut, Bupati mengajak semua pihak untuk berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar dan mengedepankan penelusuran fakta.
Perbedaan antara candaan, tindakan yang membahayakan, dan dugaan perundungan perlu dicermati berdasarkan kronologi serta keterangan dari pihak-pihak terkait. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara tepat tanpa mengabaikan keselamatan maupun hak anak.
Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi lingkungan pendidikan untuk memperkuat pengawasan, membangun kesadaran siswa mengenai bahaya penggunaan bahan kimia, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dan menjaga keselamatan sesama.
Bupati Dian pun berharap siswa tersebut segera pulih dan kembali bersekolah, sementara pihak sekolah dapat mengambil langkah pembinaan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh siswa.(rls)

Posting Komentar untuk "Kunjungi Korban Dugaan Bullying, Bupati Kuningan Minta Insiden Ditindaklanjuti Agar Jelas, Ini Pengakuan Siswa SMP"