Bukan hanya di ruas Jalan Kuningan-Cirebon tepatnya di depan Mixeu Desa/Kecamatan Cilimus yang banjir, tapi juga di Desa Panawuan di Kecamatan Cigandamekar. Bahkan yang terparah terjadi di Dusun Pahing Desa Margamukti Kecamatan Cimahi.
Di lokasi ini terjadi banjir yang merendam sembilan rumah. Hal ini akibat luapan sungai Cijurai. Banjir terjadi pada pukul 17.30 WIB.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, total ada sembilan rumah yang terendam selama dua jam. Adapun ketinggian air adalah 50-100 cm. Dalam kejadian ini tidak ada korban.
"Bukan hanya rumah tapi juga ada 120 ekor entok milik BUMDes Perintis Sakti hanyut. Bahkan, sawah bengkok seluas 2 Ha mengalami kerusakan, dimana tanam padi roboh," ujar mantan Camat Subang itu.
Pria yang dipanggil IB tersebut menyebutkan, situasi terkini air telah surut, cuaca hujan ringan. Lalu, pembersihan pascabanjir telah dilakukan dan langkah lanjutan dalam tahap koordinasi dengan pihak desa dan dinas terkait lainnya.
"BPBD Kabupaten Kuningan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk penanganan lanjutan serta memastikan kondisi warga tetap aman," sebutnya.
Sementara itu, setelah mendapatkan laporan di ada limpasan air hujan di Jalan Raya Panawuan-Cilimus yang menggenangi permukiman warga, Kalak IB melakukan monitoring, untuk memastikan kondisi terkini dan langkah penanganan di lapangan.
Terpisah, pasca banjir di Margamukti, Kapolsek Luragung IPTU Tofan Alamsyah SH MH bersama para anggota melakukan pembersihan rumah bersama warga,sehingg rumah bisa ditempat kembali oleh warga yang terdampak.(azam/foto aas)


Posting Komentar untuk "Sungai Cijurai Meluap, Sembilan Rumah Terendam,120 Entog Hanyut, dan Lahan Sawah Seluas 2 Ha Alami Kerusakan"