KUNINGAN OKE – Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, total rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan puting beliung adalah 102 rumah. Adapun rinciannya adalah 87 rumah di Desa Mekarsari, 13 Desa Buniasih, Desa Maleber dan Desa Karangtengah masing-masing satu rumah.
Seperti diketahui kejadian puting beliung di Kecamatan Maleber terjadi ketika hujan deras pada Kamis sore. Insiden terjadi begitu cepat sehingga banyak warga yang dibuat panik.
Dalam potongan video yang viral, saking membuat panik warga, banyak yang melantunkan adzan agar hujan reda. Untungnya terjangan puting beliung tidak berlangsung lama.
Berdasarkan perkiraan akibat bencana ini mencapai Rp400 juta. Pemkab Kuningan sendiri langsung bergerak. Bantuan pun terus mengalir.
Terpisah, Camat Meleber, Diding Wahyudin, menyebutkan, yang terdampak paling parah adalah Desa Mekarsari. Kurang lebih 80 rumah mengalami rusak ringan dan 6 sampai 7 rumah rusak berat. Di Desa Buniasih ada 13 rumah rusak ringan dan satu rusak berat.
"Sedangkan di Desa Maleber dan Karangtengah masing-masing satu rumah terdampak,” ungkapnya
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, turun langsung meninjau kondisi rumah warga terdampak di Dusun Kosambi, Desa Mekarsari, Sabtu (31/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi Camat Maleber H. Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si., Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Diki Muspala Sidik, S.STP., serta Kepala Desa Mekarsari Carwan.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Jumad. Rumah tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung hingga membuat penghuninya terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudaranya.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tengah menghadapi musibah, sekaligus memastikan kondisi korban dan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
Sementara itu, saat meninjau rumah Jumad, Wabup Tuti Andriani menyampaikan perhatian terhadap kondisi korban dan berupaya membantu pemulihan rumahnya agar kembali layak ditempati.
Bantuan akan diupayakan sesuai kebutuhan dan kemampuan, terutama untuk mendukung perbaikan rumah sehingga korban dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Bencana tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama. Di tengah kondisi rumah yang rusak dan kebutuhan warga yang mendesak, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama pemerintah kecamatan, desa, dan unsur terkait terus melakukan pendataan serta mengupayakan bantuan bagi warga terdampak agar proses pemulihan dapat segera berjalan.
Camat Diding menambahkan, warga bersama-sama telah melakukan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan ringan. Sedangkan, rumah yang rusak berat masih dalam proses asesmen dan pendataan untuk menentukan kebutuhan bantuan.
“Alhamdulillah, untuk rumah yang rusak ringan sudah mulai diperbaiki secara gotong royong oleh warga. Sedangkan yang rusak berat sedang dilakukan asesmen atau pendataan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, respons Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, serta Kapolres Kuningan sangat cepat dalam menyikapi bencana tersebut. Pemerintah daerah bersama pihak terkait segera menurunkan tim untuk membantu memenuhi
“Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Pak Kapolres sangat responsif. Harapannya, bantuan segera direalisasikan, terutama material yang dibutuhkan warga seperti genteng dan kayu, sehingga rumah yang rusak bisa segera dibangun kembali melalui gotong royong masyarakat,” sebutnya.(azam)

Posting Komentar untuk "Kerusakan Rumah Akibat Puting Beliung di Kecamatan Maleber Capai 100 Rumah, Total Kerugian Rp400 Ribu "