Loading...

Desa Kasturi Sentra Pembuatan “Satelit”

KUNINGAN- Desa Kasturi Kecamatan Kramatmulya di Kuningan terkenal sebagai sentra pembuatan sate kulit (satelit).

Dengan begitu maka tidak heran setiap pagi hari di desa ini masyarakat terutam kaum ibu dan anak-anak perempuan yang sudah keluar sekolah tampak tekun memasukan kulit tusukan sate untuk di jual nanti malam.

“Khusus blok upah hampir semua penduduk menjadi penjual sate kulit termasuk saya,” kata Dedeh, Senin (26/1).

Aktivitas seperti ini kata dia, sudah dilakukan sejak puluhan tahun dan usaha ini sudah turun temurun keluaraga sehingga rasanya akan terus bertahan sampai kapan pun.

“Saya sendiri memproduksi 15 Kg dengan harga Rp31.000/kg. Jumlah tadi beratnya mengembang menjadi 45 kg bila diolah,” katanya.

Untuk harga jual sambung dia Rp14.000/kg, sedangkan untuk per tusuk Rp200.

Bagi penjualnya, lebih untung dijual tusukan dari kiloan karena labanya lebih besar.

Diterangkan, seperti contoh dari satu kilo bisa mengahasilkan 300 tusuk kalau diuangkan bisa mencapai Rp60.000. Sedangkan kiloan hanya Rp14.000 sangat jauh sekali.

Meksi begitu kata Dedeh, para pedagang dengan menjual harga Rp14.000/kg sudah mendapatkan keuntungan Rp100 ribu untuk sekali jual.

Sementara itu menurut Yoyoh, meski saat ini usaha berlangsung lancar bukan berarti tanpa kendala. Sebab belum lama sempat mengalami sepi pembeli dikaranekan adanya isu pembuatan sate kulit berbahan limbah sepatu kulit.

“Waktu dulu saya bisa mencapi 45 kg/hari setelah isu itu hanya Rp15 kg begitu juga yang lain,” pungkasnya.(mus)

Foto Agus Mustawan: Mulailah aktifitas masyarakat Desa Aksturi setiap harinya.    


 

Posting Komentar untuk " Desa Kasturi Sentra Pembuatan “Satelit”"