Loading...

Ini Kondisi Bobotoh Persib yang Dikeroyok Suporter Bola di Kuningan


KUNINGAN OKE-Pasca kejadian pengeroyokan, FN (15) Warga Desa Caracas Kecamatan Cilimus langsung dibawah ke RSUD Linggarjati. Selain itu pihak keluarga juga melaporkan aksi ini ke Polres Kuningan dan ditangani oleh Unit PPA karena korban dibawah umur.

Pada saat dijenguk oleh Bupati Kuningan korban masih terletak di kasur. Namun secara keselurahan kondisinuya sudah baik.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan bantuan bapak Bupati  terhadap ananda FN (15th)  warga Desa Caracas korban pengeroyokan suporter sepakbola. Alhamdulillah tadi korban langsung dibawa ke RSUD Linggajati untuk dirontgen dan hasilnya aman, tidak ada patah tulang, atau dislokasi sendi, korban juga didampingi langsung oleh Dirut RSUD Linggajati,. Korban saat ini sudah kembali ke rumahnya," ujar Camat Cilimus Ade Bunyamin mewakili pihak keluarga, Senin (11/5/2026). 

Ternyata pemeriksaan lanjutkan korban juga dilakukan pada saat kunjungan bupati, pada saat itu, Direktur RSUD Linggajati, dr. Hj. Eva Maya, juga langsung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi korban di rumahnya untuk memastikan kondisi kesehatan korban pascakejadian.

KUNINGAN OKE- Mendengar kabar ada warganya menjadi korban pengeroyokan oknum suporter sepakbola di Desa Caracas Kecamatan Cilimus pada Minggu (10/5/2026)  malam, Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar MSi pada Senin (11/5/2026) menjenguk ke rumah korban.

Rumah FN (15) berada di Dusn Pon B Desa Caracas Kecamatan Cilimus. Kedatangan orang nomor satu di kota kuda disambut oleh kedua orang tua korban. FN sendiri tampak tergeletak di kasur di ruang rumahnya.

Kunjungan  Dian ke rumah korban merupakan bentuk perhatian kepada warga yang menjadi korban pengeroyokan. Bupati sangat prihatin atas insiden ini dan ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kota Kuningan. 

"Tidak ada larangan untuk mendukung dan mencintai klub sepakbola kebanggaan masing-masing, yang harus diingat adalah jangan sampai berlebihan hingga terjadi kekerasan dan merugikan orang," ujarnya.

Sepakbola kata bupati seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis. Atas insiden ini aparat diminta untuk mengusut tuntas kasus dan segera menangkap para pelaku agar memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami meminta kepada pihak keamanan untuk bertindak tegas apabila terdapat kegiatan nobar maupun konvoi yang berujung pada tindakan keributan dan kekerasan di tengah masyarakat," ujarnya lagi. 

Bupati mewanti-wanti agar jangan ada korban lagi karena merugikan. Ketertiban dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. 

Pada kesempatan itu, Camat Cilimus Ade Bunyamin mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah datang ke rumah korban. Bukan hanya menjenguk tapi juga memberikan uang kadeudeuh.

"Pak Bupati sendiri juga memberikan uang untuk perbaikan motor korban. Sekali lagi kami mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah memperhatikan FN," ucap Ade. 

Sekadar informasi, insiden pengeroyokan terjadi pada Minggu malam usai laga Persija Vs Persib. Korban yang menggunakan jersey Persib disuruh oleh orang tua membeli bensin ke SPBU Caracas dan juga sayuran.

Korban yang berusia 15 tahun  itu berangkat menggunakan motor. Namun, sialnya dalam waktu bersamaan muncul rombongan suporter yang melintas menggunakan motor usai nobar.

Tiba-tiba para suporter itu melakukan serangan cara menendang dan memukul dengan helm serta  juga merusak motor korban. Untung adanya warga setempat yang berhasil menyelamatkan korban.

Aksi pengeroyokan ini membuat situasi di dekat pertigaan Caracas mencekam. Warga dan pengendara dan pihak keamanan segera melerai dan aksi pun bisa dikendalikan.     

Korban sendiri langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Pasca viral video tersebut warga sendiri banyak mengecam karena aksi pengeroyokan sudah  mengganggu ketenangan warga Kuningan.(azam/dahana/red)

Posting Komentar untuk "Ini Kondisi Bobotoh Persib yang Dikeroyok Suporter Bola di Kuningan"