Loading...

Tidak Tahan Dengan Bising dan Bau Air Pembuangan Bendungan Kuningan Selama Bertahun-tahun, Warga Randusari Sambangi Gedung DPRD

 

KUNINGAN OKE- Tidak tahan bertahun-tahun  merasakan dampak dari adanya bendungan Kuningan, warga Desa Randusari Kecamatan Cibeureum pada Selasa (15/9/2026)  mendatangi DPRD Kuningan untuk mengadukan masalah ini.

Ada tiga poin penting yang mereka keluhkan yakni bau dari pembuangan air bendungan. Lalu, kebisingan yang ditimbulkan dari suara gemuruh air dan jarak rumah warga yang terlalu dengan pintu air  terutama warga Dusun  Wana Asih. 

Warga sendiri meminta solusi dari masalah ini dan mereka mempunyai pilihan yakni relokasi. Dengan relokasi ke tempat baru warga akan terbebas dari masalah itu. 

Pada kesempatan itu, kedatangan ratusan warga untuk melakukan audensi diterima oleh para Pimpinan DPRD menerima audiensi masyarakat Desa Randusari tersebut.  

Audiensi turut melibatkan Pimpinan Komisi I, III dan IV, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Tika Evian, Sekda, DLH, DPMD, DPUTR, Dinkes, Bappeda, BBWS, Bagian Hukum Setda, serta Camat Cibeureum

 DPRD bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan melakukan koordinasi dan kajian lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Usai audiensi warga pun pulang dengan tertib.

"Kami menyambut baik kedatangan warga dan informasi yang disampaikan sangat penting. Kami akan menyampaikan masalah ini kepada pihak eksekutif agar segera ditindaklanjuti dan mencari solusi terbaik," ujar Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy. 

Terpisah, Kades Randusari Tata, bendungan dibangun sejak 2014 dan diresmikan pada tahun 2021 oileh Presiden Jokowi. Bendungan ini merupakan PSN (Proyek Strategis Nasional).

Selama ini kata dia, pihaknya tidak tinggal diam, sudah menyurati berbagai instansi mulai dari Pemkab Kuningan, BBWS Cimanuk Cisanggarung,  hingga Pemprov Jabar. Tapi belum ada langkah positif.

" Kami sudah mencoba penutupan  kanopi dan pengalihan pembuangan air agar tidak bau. Tapi masalah kebisingan dan bau tidak terselesangkan. Solusi terbaik adalah relokasi," ujarnya.

Ia juga menerangkan, hasil pantauan Dinskes Kuningan dan Puskemas bahwa air sumur  warga Dusun Wana Asih sudah tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi.(azam)  


Posting Komentar untuk "Tidak Tahan Dengan Bising dan Bau Air Pembuangan Bendungan Kuningan Selama Bertahun-tahun, Warga Randusari Sambangi Gedung DPRD "