KUNINGAN OKE- Di tengah ramainya isu lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi global, para pedagang plastik di pasar tradisional mulai merasakan angin segar. Harga berbagai jenis plastik dan styrofoam yang sempat meroket tajam kini dilaporkan mulai berangsur turun dan bergerak menuju stabil, meskipun belum sepenuhnya normal.
Hal ini diungkapkan oleh Ibu Yeti, pemilik Toko D&Y plastik yang berlokasi di Pasar Kepuh. Perempuan berusia 44 tahun yang sudah tiga tahun teakhir mengelola toko plastik sekaligus berjualan ayam ini menceritakan bagaimana fluktuasi harga sempat menyulitkan para pedagang dan konsumen.
“Dulu waktu harga naik banget itu hampir 100 persen, hampir semua jenis (plastik) naik. Cuma beda-beda kenaikannya. Ada yang 50 persen, ada yang 80 persen. Sekarang udah mulai turun, tapi belum stabil,” Ujar Bu Yeti saat diwawancarai.
Menurut Ibu Yeti, isu yang beredar di kalangan pedagang menyebutkan bahawa harga lonjakan harga plastik beberapa waktu lalu dipicu oleh dampak perang internasional yang memengaruhi pasokan bahan baku global.
Untuk menyiasati modal yang membengkak selama priode harga mahal tersebut, Ibu Yeti mengaku harus memutar otak. Salah satu strategi utama yang ia lakukan adalah dengan memangkas stok jumlah barang yang harus dibeli di produsen atau sales.
“ Kalau harga lagi naik, stok barang dikurangi. Enggak biasanya banyak, ya sedikit saja. Takutnya nanti tiba-tiba turun lagi. Tapi kalau harga sudah stabil, stok banyak juga aman,” Jelasnya.
Meskipun harga modal sempat turun secara ekstim, Ibu Yeti tetap persentase keuntungan di angka standar, yaitu sekitar 20 hingga 30 persen dari harga pembelian. Hal ini dilakukan agar harga jual ke masyarakat tetap realistis dan tidak terlalu mencekik kantong pelanggan.
Toko D&Y sendiri memiliki pola pelanggan yang unik. Berbeda dengan toko lain yang baru beroperasi agak siang, Ibu Yeti sudah membuka lapaknya sejak waktu subuh. Alhasil, waktu paling ramai di tokonya justru terjadi dipagi hari.
“Paling ramai itu pagi. Soalnya kan saya buka tokoh waktu subuh, yang lain belum buka. Kalau sore ada ya ada aja pembelinya, dan tutup toko jam setengah 5 sore,” Tuturnya.
Untuk pelanggan tetap, toko ini didominansi oleh para pelaku kuliner lokal, terutama mereka yang berjualan di area Car Free Day (CFD), serta ibu rumah tangga di sekitar pasar. Ibu Yeti menyebutkan bahwa semua jenis plastik standar tetap dicari oleh planggan setianya karena kebutuhan setiap pembeli berbeda-beda. Ia juga memastikanpasokan barangnya aman karena jika ada satu distributor yang kosong, ia bisa langsung mencari ke distributor atau pabrik lain.
Kini, Ibu Yeti berharap agar harga plastik bisa benar-benar kembali normal seperti sedia kala. “ Pengennya normal lagi harganya, ya stabil lagi. Kasian juga pembeli. Saya juga kan modalnya nambah lagi kalau belanja mahal,” Pungkasnya berharap.
Oh nuhun a hapunten tolong cantumkan nama saya di bawahnya
Nama: khairun
Nim: 2024011002

Posting Komentar untuk "Berburu Plastik Sejak Subuh: Mengintip Geliat Toko Plastik’D&Y’ di Pasar Kepuh."