Loading...

Kalah Dari Persima Majalengka, Pesik Dapat Pelajaran Berharga, Coach SN Soroti Kinerja Wasit

KUNINGAN (OKE)- Pesik Kuningan mendapatkan pelajaran berharga usai kalah telak 1-3 dari Persima Majalengka dalam laga silaturahmi di  Stadion Mashud Wisnusaputra Minggu (15/ 10/2023) sore.

Pesik memulai laga dengan baik karena mereka unggul pada menit ke 34 setelah umpan terobosan dari Nano berhasil dikonversi oleh Ade Hari. Sayang gol itu gagal dipertahankan karena pada menit ke 40 Persima berhasil membalas.

Gol tim tamu yang menggunakan jersey merah itu mirip dengan gol Pesik yakni tercipta melalui umpan terobosan. Bedanya, gol dari Persima tercipta setelah mendapatkan umpan dari sayap kanan.

Meski Rio Hardianto sudah menutup ruang tembak  tapi sepakan Rudi Rudiana bisa masuk melawati hadangan eks kiper PON Jabar itu. Skor pun menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai. Secara skor cukup adil karena memang permainan berimbang.

Pesik sendiri tampil dengan formasi 4-4-3, empat di belakang ada Rio Rifaldi, Arya, Rojak dan Pedro, ditengah ada Firman, Ade Hari dan Aldi. Sedangkan di depan ada Nano, Jaka dan Erwin.

Memasuki babak kedua tim tamu lebih bernafsu dan mereka langsung melakukan rotasi dengan memasukan beberapa pemain baru yang masih fresh. Disisi lain pemain Pesik tetap dengan materi babak pertama.

Pada babak kedua para pemain Pesik sepertinya tertekan dan puncaknya ada tendangan bebas dari Persima. Dengan tendangan cantik Wahyu Edo  berhasil menembus pagar betis dan menaklukan Rio.

Sepakannya deras dan ke arah pojok kiri gawang Rio sehingga cukup sulit diantisipasi. Gol ini membuat skor menjadi 2-1. 

Bukannya bangkit Pesik kembali kebobolan dari tendangan Rudiana dari luar kotak penalti. Lagi-lagi Rio dikelabui pemain Persima.

Setelah melakukan pergantian pemain Pesik mendapatkan  peluang untuk memperkecil kedudukan. Meski pemain Pesik terlihat ditarik di kotak penalti, tapi wasit yang memimpin pertandingan  Tito tidak memberikan hadiah penalti.

Keputusan ini membuat pelatih Pesik Coach Satria Nurjaman dan juga penonton yang hadir murka. Pada laga tersebut memang lini tengah Pesik kalah terutama dibabak kedua, padahal di babak pertama tampil baik.

Usai laga Coach Satria mengaku secara permainan timnya tidak kalah karena sempat unggul dan mempu mengimbangi. Menurutnya, laga Minggu sore dirusak oleh kepemipinan wasit.

"Penonton juga bisa melihat bagaimana kepemimpinan wasit. Saya berharap ini menjadi evaluasi bagi wasit Kuningan, agar sepakbola Kuningan maju. Mungkin sepakbola kita tidak maju karena memang jarang turnamen dan wasit kurang jam terbang," tandasnya.

Ia mengatakan, yang namanya sepakbola pasti ada menang kalah dan seri. Begitu juga dengan Pesik, hari in kalah, tapi ada hikmah besar yang bakal diperoleh yakni perbaikan. Lebih baik kalah sekarang asal jangan pada saat liga berlangsung.

Sementara itu, trio  pelatih dari Persima yakni Bara Baskaro , T Kuslaha, dan Egi menyebutkan, timnya tidak menyangka bakal menang 3-1, karena tim baru dibentuk 4 hari dan saat ini masih tahap seleksi.

"Permainan kami babak kedua beda, karena chemistry sudah terjalin sehingga pemain bisa lepas menjalankan instruksi kami," ujarnya.

Sementara itu, meski penonton kecewa karena tim kebanggaannya kalah, tapi mereka berharap hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi agar pada saat liga dimulai pemain sudah siap dan menampilkan permainan cantik. 

 Untuk situasi keamanan pun terkendali sehingga semua berjalan lancar. Hasil laga ini pun bisa menjadi persiapan Pesik apabila nanti terpilih sebagai tuan rumah Liga 3 Seri 1.

"Doakan kami bisa menjadi tuan rumah agar warga Kuningan bisa memberikan dukungan langsung. Liga akan berlangsung pada 3 November," ujar Sekjen Pesik Aris Doray.

Sekadar informasi, Liga 3 Seri 1 akan diikuti oleh 24 tim yang akan dibagi kedalam 3 grup. Hingga saat ini belum ditentukan dimana liga akan digelar.

Untuk ke 24 tim terdiri dari Pesik Kuningan, Dejan FC, Depok City, Depok Raya FC, Persipu, Al Jabar, PSGJ. Lalu, Cimahi Putra, Ebod Jaya,Persika Karawang dan Karawang United FC,Persikasi Bekasi, Bandung United, PSB Bogor, dan Persipasi Kota Bekasi.

Selanjutnya, Persigar Garut, PSGC Ciamis,Persikabar Kabupaten Bandung Barat, Persima Majalengka, Persikas Subang, Persitas Tasikmalaya,Persis Sumedang, Persipro Purwakarta, Citeureup Raya.(rdk)



 

Posting Komentar untuk "Kalah Dari Persima Majalengka, Pesik Dapat Pelajaran Berharga, Coach SN Soroti Kinerja Wasit"