Loading...

Banyak Informasi Hoaks Terkait Kondisi Mantan Bupati Kuningan, Ini Sikap Sekda

KUNINGAN (OKE)- Pasca mantan Bupati Kuningan H Acep Purnama dirawat di RSUD 45 Kuningan karena terkena serangan jantung, kabar hoaks kerap terjadi. Bahkan, dua kali mantan orang nomor satu di kota kuda itu dikabarkan meninggal.

Pertama pada Selasa malam dan yang kedua pada Kamis pagi. Kondisi ini menjadi perhatian Sekda Kuningan dan juga pihak RSUD 45 Kuningan. Untuk mereka meminta informasi terkait Acep Purnama harus satu pintu.

"Pak Acep masih diruang ICU RSUD 45. Selama 3 hari mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter yang ," sebut Sekda Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar MSi pada jumpa pers di RSUD 45 Kuningan.

Akibat ada kabar hoaks maka banyak warga yang datang ke RSUD. Warga datang untuk memastikan kondisi sebenarnya. Mereka juga berdoa demi kesembuhan mantan bupati.

“Kita berdoa supaya Pak Acep bisa melewati fase kritis dan kembali sembuh. Secara medis disampaikan oleh Pak Dokter Deki,” kata Sekda Dian.

Sekda Dian menambahkan agar ada pengertian dari semua pihak, sehingga informasi tidak simpang siur seperti yang saat ini telah beredar di masyarakat.

“Mohon pengertiannya supaya tidak membingungkan. Saya sudah menunjuk satu sumber informasi terkait penanganan Pak Acep Purnama. Kalau tidak ke saya mungkin ke dr Deki. Mohon disikapi secara hati-hati. Mohon do’anya saja,” pesan Dian.

Sementara itu, Direktur RSUD ’45 Kuningan dr. H. Deki Syaefullah, M.Kes., menjelaskan, bersama Sekda, dirinya baru saja memonitor tim medis yang sedang menangani Acep Purnama di ruang ICU.

“Kita do’akan Pak H Acep mendapatkan yang terbaik selama dirawat di ruang perawatan intensif. Teman-teman tim medis full time kita turunkan semua. Kita upayakan melakukan pertolongan,” jelas dr. Deki.

Hingga saat ini, kata dr. Deki, pihaknya masih terus memberikan penanganan, dan memang Acep Purnama membutuhkan penanganan ketat.

“Kalau diagnosa belum ada, karena harus ada pemeriksaan secara menyeluruh. Sekarang kita sedang berupaya untuk menstabilkan dulu sejak dibawa ke sini. Ventilator masih terpasang. Obat-obat kita berikan, perawatan dioptimalkan untuk jantung,” ujarnya.

Deki mengatakan, karena yang bisa menyebabkan kematian itu terhenti jantung. Kalau sirkulasi jantung dan paru-paru sudah bagus, baru kita tangani lebih lanjut,” tuturnya.

“Pasien sedang dipasang ventilator, kalau pasien sadar tentunya akan sulit, makanya pasien masih dalam kondisi ditidurkan, supaya mendapat penanganan dengan baik,” imbuhnya.

Terkait rencana rujukan ke Jakarta, dr. Deki mengakui memang sudah disiapkan alternatif tersebut. Namun persyaratan harus ada kriteria-kriteria tertentu. Tapi tidak mungkin pihaknya merujuk dalam kondisi kritis.

“Dokter ahli di RSUD ’45 kita turunkan semua. Semua bagian dilibatkan, dokter penyakit dalam, dokter jantung, dokter syaraf, anastesi, dokter bedah. Itu semua dokter RSUD ’45, secara pengalaman mungkin yang terbaik,” ungkapnya.(rdk)

Posting Komentar untuk "Banyak Informasi Hoaks Terkait Kondisi Mantan Bupati Kuningan, Ini Sikap Sekda "