Loading...

Putra Kepala Sekolah Meninggal karena Bunuh Diri, Pemkab Kuningan dan Disdikbud Ikut Berduka

                                       


KUNINGAN (OKE)- Meninggalnya Sandy Shuandaru (29) warga Desa Cipondok Kecamatan Kadugede menjadi duka Pemkab Kuningan dan Disdikbud Kuningan. Pasalnya, almarhum ternyata anak dari pasangan Suhartini dan Edo.

Suhartini sendiri merupakan Kepala SDN Babakan Kecamatan Kadugede dan dikenal juga sebagai aktivitas perempuan di kota kuda, sehingga insiden itu membuat semua yang mengenalnya ikut berduka.

Mengetahui hal itu baik Pemkab Kuningan maupun Disdikbud kompak mengucapkan belasungkawa dan ungkapan itu di posting diakun di medsos masing-masing.

"Semoga almarhum diterima amal ibadah dan dijadikan ahli surga. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat.

Sekadar informasi meninggalnya Sandy Shuandaru (29) warga Desa Cipondok Kecamatan Kadugede  Selasa (20/2/2024) yang diduga bunuh diri menggegerkan warga setempat. Hal itu karena diluar dugaan. Sebab, sehari sebelumnya korban sempat bekerja.

Korban yang masih bujangan itu ternyata pegawai PAM Tirta Kamuning Kuningan. Ia bekerja di bagian umum. Kabar meninggalnya Sandi sangat mengagetkan karena tidak menyangka sama sekali.

Sehari sebelumnya kejadian korban memang terlihat sakit dan oleh rekan kerja diantar menggunakan mobil. Selama ini pun memang korban jarang masuk karena alasan sakit.

"Iya karyawan PAM satu bagian dengan saya tapi beda divisi. Jujur tidak menyangka karena kemarin masih kerja," ujar Sekum PAM Kuningan Asep Aro, Selasa (20/2/2024).

Meninggalnya Sandy  menambah daftar warga Kuningan yang bunuh diri dengan cara gantung diri. Pada tahun 2024 sendiri sudah tercatat dua kasus.

Kasus sebelumnya terjadi di Dusun Babakan RT 06/02 Desa Lebakherang Kecamatan Ciwaru, dimana ditemukan seorang warga yang bunuh diri dengan cara gantung diri. Sedangkan kasus kedua di Desa Cipondok.

Ibu korban bernama Titin meminta tetangganya untuk mengecek anaknya takut belum makan. Pasalnya, korban pada saat itu tengah sakit. Ketika dicek ternyata korban sudah meninggal karena gantung diri.

Insiden ini terjadi pada Selasa siang dan kabar terbaru adalah korban merupakan karyawan PAM Tirta Kamuning atau perusahaan air minum. Korban sendiri sehari sebelumnya masih bekerja.

Dengan kejadian baru ini maka total sudah 2 kasus atau 62 sejak tahun 2017. Kasus bunuh diri baik dengan cara gantung diri ataupun melukai dengan menggunakan sajam, di Kabupaten Kuningan semakin marak. 

Dari catatan kuninganoke.com hingga tahun 2024 sudah ada 62 kasus.Sedangkan pada tahun 2023 haya ada tiga kasus. Namun, ketika menengok ke belakang kasus terbilang banyak.

Sementara kasus gantung diri yang terjadi sejak 2017-2019 adalah 21 kasus.  Adapun rinciannya adalah 2017 sebanyak 9 kasus, 2018 adalah 8 kasus,  2019 total ada empat kasus. Sedangkan pada tahun 2020 jumlahnya 9 orang.

Selanjutnya pada 2021 meningkat tajam dengan 15 kasus,   untuk 2022 ada  12 kejadian. Lalu, tahun  2023 ada 3 orang dan tahun 2024 sudah ada satu orang. Tentu dengan tingginya kasus ini diharapkan semua sadar dan waspada terhadap keluarganya.

Rincian Kasus Gantung Diri di Kuningan dan Bunuh Diri

Tahun 2017 9 Kasus

Tahun 2018 8 Kasus

Tahun 2019 4 Kasus

Tahun 2020 9 Kasus

Tahun 2021 15 Kasus

Tahun 2022 12 Kasus

Tahun 2023 3 Kasus

Tahun 2024 2 Kasus


Posting Komentar untuk "Putra Kepala Sekolah Meninggal karena Bunuh Diri, Pemkab Kuningan dan Disdikbud Ikut Berduka "