Loading...

Embun Pagi Jumat 23 Februari: Manusia itu Hakikatnya Tertidur, Ketika Meninggal Baru Tersadar

                    

                                  

KUNINGAN (OKE)- Embun Pagi Jumat (23/2/2024) / 17 Rajab   1445 H

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

 ۞ *اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ* ۞

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Manusia itu hakikatnya tertidur, ketika meninggal baru tersadar. Saat tersadar,mereka menyesal. Dan saat menyesal, maka penyesalan mereka sudah tiada artinya lagi.

Menasehati bukan berarti lebih mulia,yang di nasehati bukan berarti lebih hina.

Rosulloh SAW bersabda yang artinya:

Barangsiapa yang menunjukan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.

(HR Imam Muslim)

"Sebaik-baik diriku, lebih baik orang lain dan seburuk-buruknya orang lain lebih buruk diriku"

Selamat pagi semangat dalam beraktivitas, awali selalu kegiatan kita dengan bersyahadat, perbanyak baca quran dan sholawat, semoga kita dalam keadaan sehat, dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.(dhn/rdk)

Posting Komentar untuk "Embun Pagi Jumat 23 Februari: Manusia itu Hakikatnya Tertidur, Ketika Meninggal Baru Tersadar"