Loading...

Limbah Kotoran Hewan di Kecamatan Cigugur Kembali Dibahas, Pasca Ada Aduan Dari Dua Wilayah

 

KUNINGAN (OEK)- Masalah limbah kotoran hewan sapi di Desa Cisantana dan Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur merupakan masalah pelik yang hingga kini belum  bisa diselesaikan.

Permasalahan ini kian rumit kalau datangnya musim penghujan, dimana limbah terbuka dan mencemari wilayah yang ada di bawahnya. Hal ini dirasakan oleh Kelurahan Winduherang dan Desa Pajambon sehingga mereka mengadukan hal ini kepada pihak terkait.

Situasi ini ditanggapi serius oleh Camat Cigugur Yono Rahmansyah, dimana pada Kamis (14/3/2024) dilakukan pembahasa dengan semua pihak termasuk pihak TNGC. Pertemuan dilakukan di Aula Kecamatan Cigugur.

Yono menyampaikan bahwa permasalahan limbah kotoran hewan sapi ini perlu menjadi prioritas karena air limbahnya masuk ke sungai yang airnya dimanfaatkan oleh desa bagian hilir dan lokasi wisata alam.

Diterangkan, Kecamatan Cigugur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi susu sapi perah terbesar di Kab Kuningan. Namun dilain sisi juga menimbulkan permasalahan limbah kotorannya khususnya Desa Cipari dan Desa Cisantana. 

"Berawal dari aduan masyarakat Desa Pajambon dan Winduherang, maka perlu adanya pembahasan bersama agar permasalahan ini segera selesai,"  tandasnya.

Dalam pertemuan itu juga hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabuapten  Kuningan Laksono, perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Danramil Cigugur, Kapolsek Cigugur. Lalu, Balai TNGC, Koperasi Susu Karya Nugraha.

Selain itu juga Arunika, Jajaran Kecamatan Cigugur, Kepala Desa Cisantana dan jajarannya, Kelompok Lamping Kidang Palutungan dan Kelompok Tani Ternak Palutungan 2 sebanyak 15 orang. 

Kadis Laksono menyampaikan kurangnya rasa peduli masyarakat terhadap limbah kotoran hewan menjadi penyebab utama dalam penyelesaian permasalahan ini. Ia mengajak semua untuk peduli dengan lingkungan sekitar.

"Hayu sama-sama kita peduli dengan lingkungan sekitar kita, berbagi peran dan tanggung jawab, sehingga permasalahan ini akan lebih mudah ditangani. Apabila ini berjalan, maka IPAL yang ada di Palutungan 2 dan Lamping Kidang dapat menjadi role model bagi lokasi lainnya yang memiliki permasalahan yang sama," tandas mentan  Sekretaris Bappenda itu. 

Sementara pihak Koperasi Susu Karya Nugraha juga menyambut baik penanganan masalah ini. Bahkan, mereka dari  hasil SHU koperasi sudah menganggarkan penanganan kotoran limbah hewan. 

Pada pertemuan ini berbagai pihak sepakat untuk "tanggung renteng" penyediaan bangunan IPAL komunal untuk mengatasi permasalahan limbah kotoran hewan. Sedangkan Balai TN Gunung Ciremai memfasilitasi bantuan usaha ekonomi produktif. (rdk/ig TBGC)

Posting Komentar untuk "Limbah Kotoran Hewan di Kecamatan Cigugur Kembali Dibahas, Pasca Ada Aduan Dari Dua Wilayah "