Loading...

Cerita Hari Pertama Dr Asep di Pengungsian Warga Palestina

 

KUNINGAN(OKE)- Ketua IDI Kuningan Dr Asep Hermana yang berangkat ke Yordania untuk menjalanan misi kemanusian warga Palestina. Kali ini pria yang dikenal sebagai dokter bedah di Kabupaten Kuningan datang bersama relawan Tim DT Peduli. 

Pada hari pertama datang ke negera timur tengah itu, ia berbagai cerita tentangan pengalaman di lokasi pengungsian. Beginilah cerita dokter Asep yang dikutip dari akun medsos miliknya.

Bismillah

Pertama saya masuk ke camp Syuk'nah disambut puluhan anak laki-laki  mengerubuti begitu keluar mobil. Mereka tahu akan datang bantuan. Sekelebat ada rasa senang dengan antusiasme itu. Tetapi dalam pikiran dalam terbayang betapa _habbit_ terbetuk dan melekat atas keterpaksaan situasi akan ketergantungan semua kebutuhan pada bantuan. 

Aspek psikhis ini yang menjadi pemikiran dan kekhawatiran semalam selepas isya saya pikirkan. Harapan dan asa merupakan pembakar motivasi yang menggerakan otak dan alam bawah sadar untuk menggapainya. 

Nah jika _hope_ ini sudah berubah pada ketergantungan, bukan keinginan mandiri untuk  mencapai harapan, sepertinya akan menjadi beban mental.

Urusan pengungsi bukan hanya pada pemenuhan kebutuhan terendah menurut hierarki Maslow, kebutuhan biologis, tetapi urusan yang mesti terencana, terprogram dan terukur melalui grand design memanusiakan manusia yang mempunyai hope untuk mencapai aktualisasi diri sebagi puncaknya.

Program bantuan bukan hanya tertuju pada pemenuhan sesaat, karena mereka menderita bukan pada hitungan hari. Program sedianya bukan juga sensasi emosional sesaat karena "menjual" foto dan narasi penderitaan. 

Program juga bukan bertitik pada _news value_ yang tinggi dan pengibaran bendera penderma.

Salah satu dampaknya adalah menurunnya bantuan sejak peristiwa 7 Oktober 2023. Para pengungsi kalah _tangisan dan nilai berita_. Padahal sekali lagi, mereka dititipi penderitaan bukan hitungan hari.

Sahabat semua yang memburu berkah Ramadhan, perenungan atas nominal rupiah yang kita keluarkan menjadi bayangan akankah itu sebagian berdampak pada harapan mereka. Bahwa mereka masih punya harapan sebagai bahan bakar motivasi untuk menjadi manusia.

Hatur nuhun.

Amman, Jordania, 24 Maret 2024.

Asep Hermana

Tim Relawan DT Peduli

Posting Komentar untuk "Cerita Hari Pertama Dr Asep di Pengungsian Warga Palestina"