Loading...

PKK Bersinergi Dengan Diskatan Tuntaskan Kemiskinan dan Stunting di Kuningan

KUNINGAN (OKE)- Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Kuningan agar semua program bisa sampai ke masyarakat. Bukan hanya menggunakan media massa atau juga medsos, tapi juga radio.

Seperti pada Kamis (7/3/2024) Pemerintah Kabupaten Kuningan menyapa masyarakat melalui siaran on air radio 1007,2 Tazkia FM. Hadir  Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan Hj. Susi Widyawati, S.Sos., M.IP pada acara  Ngopi Pagi (Ngobrol Penuh Inspiratif di Pagi hari).

Susi Tidak sendiri, ia bersama acara Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.  Dalam acara on air tersebut membahas tema tentang “Wujud Kepekaan TP PKK dan Diskatan dalam Persoalan Sosial yang terjadi di Masyarakat”. 

Dalam kesempatan tersebut Susi menuturkan bahwa program TP. PKK bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya yang menjadi fokus adalah dalam penanganan atau pencegahan Stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan fisik mereka, yang berdampak pada kesehatan anak akibat gizi buruk, terutama jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sebagian orang, mungkin belum familiar dengan istilah ini, tetapi kasus stunting juga terjadi di Kabupaten Kuningan.” jelas Susi

Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis. Stunting merupakan masalah kesehatan yang sudah ada sejak lama. 

Dikatakan, kondisi ini disebabkan oleh gizi buruk, terserang infeksi berkali-kali, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Namun, penyebab stunting yang paling banyak adalah karena kekurangan gizi. 

"Perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang mengidap kondisi ini pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat,” terang Susi

Lebih lanjut Susi mengatakan sebagai orang tua,  harus tahu bagaimana cara mengatasi susah makan pada anak yang terkadang menjadi masalah umum pada anak-anak, khususnya balita. Terdapat dua poin penting yang menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak, di antaranya yaitu kurangnya asupan gizi pada Ibu selama hamil dan anak balita.  

Menyikapi hal ini, TP. PKK Kabupaten Kuningan berkolaborasi dengan stakeholder terkait dalam upaya permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dan salah satu kolaborasi yaitu sinergitas program dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan untuk pencegahan dan penanggulangan Stunting. 

Menurut Dr. Wahyu Hidayah, M.Si , PKK Bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk Menuntaskan Kemiskinan dan Stunting Melalui Olahan Pangan (Misting Opa) Tahun 2024.

Misting Opa Merupakan salah satu terobosan dalam pemanfaatan  lahan pekarangan dengan tanaman sayuran, buah-buahan serta hal lainnya yang bisa menyediakan sumber daya pangan yang beragam, bergizi, sehat dan aman (B2SA) serta halal. 

Program ini secara optimal diharapkan bisa dilaksanakan, sehingga ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, sehat dan aman serta halal akan terwujud. Program Pemberdayaan Kelompok Tani di  Kabupaten Kuningan ini tujuannya adalah untuk  meningkatkan SDM Petani dan produktivitas hasil olahan serta konsumsi pangan masyarakat melalui pemanfaatan secara optimal sumber daya pangan pertanian keluarga di pedesaan.

“Adapun sasaran program kegiatan Misting Opa ini adalah meningkatkan pemanfaatan lahan untuk memacu produktivitas pangan-pertanian keluarga, meningkatkan pemahaman dan pelaku utama dalam meningkatkan tambahan pendapatan keluarga dan mengentaskan kemiskin, stunting, pengangguran, dan inflasi daerah” jelas Wahyu.(rdk)

Posting Komentar untuk "PKK Bersinergi Dengan Diskatan Tuntaskan Kemiskinan dan Stunting di Kuningan"