Loading...

Tiap Ramadhan Selalu Ada Obrog, Dulu Namanya Jidur dan Sudah Ada Sejak 1826

KUNINGAN (OKE)- Ramadhan di Kabupaten Kuningan selalu ramai terutama kalau menjelang sahur. Sebab, selalu ada obrog yang membangunkan warga agar segera bangun untuk melaksanakan makan.

Banyak yang tidak mengetahui bagaimana sejarah obrog ada di Kabupaten Kuningan. Kegiatan membangunkan warga pada saat sahur memang ada di tiap daerah tapi beda-beda dan alat yang digunakan pun beragam.

Menurut Pemerhati Sejarah Kuningan N'ding Masku, dulu tidak ada obrog yang ada jidur. Jidur itu adalah genjring sahur dan jidur sudah ada sejak lama. Sedangkan obrog sendiri baru muncul sekitar tahun 2000-an.

Jidur kata Nding sudah ada sejak tahun 1826 dan fungsinya sama dengan obrog yakni membangunkan warga yang akan melaksanakan sahur. Meski Belanda menjajah Indonesia, jidur diperbolehkan mentas dan bebas dilakukan di kampung-kampung.

Bagi warga kehadiran jidur sangat menghibur karena menjadi hiburan murah meriah. Tapi sayang pada saat Zaman Jepang jidur sempat dihilangkan karena banyak warga yang dipaksa untuk romusa atau kerja paksa oleh tentara Nipon.

Menurut pria yang sering aprak-aprakan mencari sejarah Kuningan itu, jidur kembali bisa dipertunjukan pada tahun 1944 sampai sekarang. Tradisi obrog sendiri merupakan tradisi dari Tasikmalaya, Garut, Bandung dan Sukabumi.

"Saya tegaskan obrog itu bukan tradisi Kuningan tapi luar Kuningan yang diperkenalkan ke kota kuda. Sebenarnya hingga sekarang jidur pun masih ada yang menggunakan namun karena latah maka mereka penggunakan pengeras suara," tandasnya.

Dikatakan, obrog sendiri alat yang digunakan berbeda dengan genjring, karena pada jamaan sekarang ini banyak yang menggunakan gitar listrik, organ, gendang dan juga alat pengiring lain.

Ditanya kenapa warga lebih mengenal obrog dari pada jidur? Menurut Nding karena alat yang digunakan berbeda dan juga ditambah dan karena latah maka mereka lebih memilih nama obrog.

Sekadar informasi untuk di satu dusun atau perumahan grup obrog minimal ada 3 kelompok. Pada saat menjelang lebaran mereka biasa mendatangi rumah-rumah warga untuk meminta imbalan. Ada yang memberi uang tidak sedikit juga beras.(rdk) 




Posting Komentar untuk "Tiap Ramadhan Selalu Ada Obrog, Dulu Namanya Jidur dan Sudah Ada Sejak 1826"