Loading...

Jenazah Tiba Pukul 21:00 WIB, Disambut Hujan Lebat, Diiringi Adzan, Selamat Jalan Eva Daniawati!

     


KUNINGAN (OKE)- Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian bersama istri , pada Rabu (10/4/2024) menyerahkan jenazah Eva Daniawati kepada orang tuanya yakni Cardi dan Eha di Kampung Salem RT.10/03 Dusun Puhun Desa Mandapajaya Kecamatan Cilebak.

Penyerahan yang dilakukan pukul 21.00 WIB oleh kapolres itu mewakili Polri. Jenazah Alumni IPB yang berusia 30 tahun dan masih lajang itu menggunakan peti putih. Tampak pula Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat ikut hadir.

Proses pemakaman pun langsung dilakukan meski hujan kala itu deras. Kapolres, Pj Bupati, keluarga yang berduka dan warga semua bergegas ke mengantarkan Eva ke tempat peristirahatan terakhir.
Isak tangis keluarga tidak tertahankan karena apa yang terjadi dengan Eva diluar dugaan. Niat pulang kampung bersama dua keponakannya justru berakhir tragis karena mobil travel yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.

Insiden kecelakaan yang melibatkan dua mini bus dan 1 bus membuat 12 penumpang tewas terbakar dan semua penumpang Grand Max yang ditumpangi Eva meninggal semua. Lokasi laka lantas terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 58.

"Saya perwakilan dari Polri  khususnya dari Bapak Kapolri, mengutus kami untuk menyerahkan jenazah almarhumah. Semoga almarhumah diterima disisi-Nya dan keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Kapolres Willy.

Sementara Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat menambahkan, setelah penyerahan langsung dikebumikan. Meski hujan lebat proses berlangsung lancar tanpa kendala.

"Semoga almarhum diterima iman dan islamnya serta keluarganya diberikan ketabahan," ujarnya.

Pada saat menjelang peti jenazah akan dimasukan ke liang lahat, adzan dikumandangkan. Semua larut dalam kesedihan dan semua teringatkan  karena  manusia akan meninggal dan hanya menunggu giliran.  

Kematian itu banyak jalannya termasuk dengan Eva dan dua keponakannya. Semua juga punya takdir masing-masing tinggal kita berdoa meminta yang terbaik.

Pasangan Cardi dan Eha sendiri tampak tidak kuat menahan kesedihan. Lebaran yang dibayangkan penuh kebahagian justru yang terjadi adalah kesedihan.  

Sekadar informasi tak ada yang sesedih Cardi dan Eha di lebaran tahun 2024. Ketika semua merayakan dengan keluarga besar. Justru dia harus meratapi nasib karena anak bungsu meninggal bersama dua cucu kesayangannya.

Seperti diketahui Eva  Daniawati  anak bungsu pasangan Cardi dan Eha tewas terbakar akibat kecelakan di Tol Jakarta-Cikampek bersama dengan  Nazwa Ghefira  dan Aisyah Hasna Humairah. Dua nama terakhir  merupakan cucunya yang lahir dari anak pertamanya bernama Cicih.

Cicih sendiri baru kehilangan suami pada empat bulan lalu dan makamkan di Madapajaya, sehingga kurang dari lima bulan pasangan Cardi dan Eha harus kehilangan menantunya, anak bungsu serta dua cucunya.

Pria yang sehari-hari bertani dan wiraswasta itu, mempunyai tiga orang anak yakni Cicih, Nani dan Eva. Dua anaknya sudah menikah dan Eva si bungsu masih lajang.

Meski merasa tegar terlebih banyak yang peduli dengan kesedihan, raut muka sedih tidak bisa disembunyikan dari Cardi dan Eha. Mereka sedikit terhibur dengan kedatangan Pj Bupati Kuningan bersama istri ke rumahnya.
  
"Sangat terpukul sekali. Benar yang meninggal ini anak dari pasangan Cicih bukan Nani, karena susunan anaknya Pak Cardi dan Bu Eha adalah Cicih, Nani dan Eva. 4-5 bulan lalu menantunya Hadi Wibowo meninggal dunia, sehingga 4 anggota keluarga meninggal dalam waktu bersamaan," ujar Kades Mandapajaya Aspa Sudiana yang didampingi Kaur Ekbang Karto. 

Pada berita sebelumnya,  yang namnya umur mutlak menjadi rahasia Allah SWT. Begitu juga dengan Eva  Daniawati bersama dengan dua keponakannya yakni Nazwa Ghefira  dan Aisyah Hasna Humairah .

Niat mereka adalah lebaran di Kuningan tapi takdir berkata lain. Mereka mengalami kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek.

Tragisnya mobil travel yang dikendarai Ukar  jenis  Grand Max Silver No. Pol B-1635-BKT terbakar dengan 9 penumpang lainnya sebelum sampai ke Kampung Salem RT.10/03 Dusun Puhun Desa Mandapajaya kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan.

Laka lantas melibatkan satu bus dan 2 mini bus. Akibat insiden itu 12 penumpang tewas karena terbakar.

Dari informasi yang kuninganoke.com himpun Nazwa Ghefira  dan Aisyah Hasna Humairah merupakan kakak beradik anak dari pasang Nani dan almarhum Hadi Wibowo.

Nazwa Ghefira alumni angkatan Alhazen SMA IT Insantama. Sedangkan  Aisah Kelas XII-4  SMA IT Insantama.

Niat mereka berdua adalah ziarah ke makam ayahnya yang meninggal empat bulan lalu sekaligus lebaran di rumah kakek nya.

Niat ziarah mereka ditemani bibinya Eva. Untungnya Cicih  tidak ikut pulang sehingga hal-hal yang tidak ingin tidak terjadi.

"Iya mantu Pak Kardi meninggal empat atau lima bulan lalu. Dua cucunya niat berziarah sekaligus lebaran di kakeknya,tapi niat itu tidak terwujud karena mengalami kecelakaan," ujar Kaur Ekbang Karto, Selasa (9/4/2024).

Mengenai ibu mereka atau Nani kakak dari Eva tidak ikut mudik tidak diketahui pasti. Mereka juga pulang menggunakan travel Ciamis karena yang ke Cilebak penuh.



Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat melayat ke rumah duka korban tabrakan di tol Jakarta-Cikampek, Selasa (9/4/2024). Kedatangan Pj Bupati bersama istri disambut Cardi dan istrinya (orang tua Eva) serta Kades Mandapajaya Kecamatan Cilebak dan perangkat desa.

Iip mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya anak dari Cardi dan dua cucu kesayangannya. Tentu musibah ini sangat berat terlebih sehari menjelang lebaran. Namun, semua punya takdir masing-masing.

"Kita doa akan agar anak Pak Cardi yang bernama Neng Eva dan dua cucu Nazwa Ghefira  dan Aisyah Hasna Humairah diterima iman islamnya. Kami dari Pemkab Kuningan mengucapkan belasungkawa dan juga merasa duka yang mendalam atas kepergian orang-orang yang dicintai," ujarnya.

Orang nomor satu di kota kuda itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang begitu fast respon terhadap musibah yang terjadi. Dirinya yang mengetahui ada korban warga Kuningan sengaja langsung datang sebagai bentuk bela sungkawa.

Sementara itu  Kaur Ekbang Mandapajaya Kecamatan Cilebak karto mengungkapkan, alasan Eva Daniawati bersama dengan dua keponakannya yakni Nazwa Ghefira  dan Aisyah Hasna Humairah pulang ke Kuningan menggunakan travel jurusan Jakarta-Ciamis karena mobil sudah penuh.

"Kan mobil yang ditumpangi ini sebenarnya jurusan Ciamis. Sedangkan yang biasa ke Cilebak penuh karena maremaan," ujar Karto yang masih ada kerabat dengan Eva, Selasa (9/4/2024) pagi kepada kuninganoke.com.

Eva sendiri pasca lulus dari IPB bekerja di Bogor dan jarang pulang. Kalaupun pulang pada momen-momen penting, salah satunya adalah lebaran seperti sekarang ini.

"Niatnya bersama dengan keponakanya akan lebaran di Mandapajaya. Dua korban itu anak Nani atau kakak Eva. Perempuan lajang yang berusia 30 tahun itu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Pak Cardi," tandas Karto lagi.

Eva sendiri awalnya bersekolah SD di Mandapajaya, namun dari SMP hingga kuliah ikut bersama kakaknya. Keluarga besarnya bukan hanya di Bogor, tapi di Bekasi banyak.

"Ini benar-benar duka yang mendalam bagi kami dan juga warga Desa Mandapajaya karena  diluar dugaan. Harusnya lebaran ini berkesan tapi ternyata Allah punya kehendak lain," sebutnya lagi. 

Sementara itu, pasca adanya warga Kuningan menjadi korban kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek, Pemkab Kuningan menyampaikan duka cita. Ucapan itu diposting di IG Porkopimkabkuningan.

Kabarnya Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat bakal menyambangi rumah duka. Informasi ini disampaikan oleh Karto sebagai Kaur Ekbang Mandapajaya.  

Sebelumnya, Kades Mandapajaya Kecamatan Cilebak Aspa Sudiana menyebutkan, tiga korban tewas kecelakaan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 58 pada Senin (8/4/2024) pagi akan dimakamkan di Mandapajaya. Sebab, mereka bertiga merupakan bibi dan ponakan. 

"Kami semalam sudah berunding dengan pihak keluarga dan kemungkinan besar mereka akan di makamkan di sini. Eva sendiri memang warga kami. Sedangkan  Nazwa Ghefira dan Aisyah Hasna Humairah warga Bogor tapi ibunya yang bernama Nani merupakan kakak Eva," ujar Aspa, Selasa (9/4/2024) pagi kepada kuninganoke.com.

Pihak desa dan Polsek Subang kata Aspa berkunjung ke rumah duka. Awalnya akan datang ke RS di Karawang tapi dilarang karena ada keluarga besar. Untuk proses pemakaman akan menunggu informasi dari RS.

"Waktu malam pihak rumah sakit mengabarkan proses identifikasi menunggu tiga hari, jadi kalau sudah ada kepastian kami akan menggali kuburan disini. Warga disini sudah siap," ujar Aspa lagi.  

Tadinya, ayah Eva yang bernama Cardi (70)  akan dibawa ke RS untuk mencocokan DNA, tapi karena di Bekasi banyak keluarga besarnya, maka diurungkan Kondisi Cardi dan istrinya pun sangat shock dengan insiden maut ini.

Seperti diketahui  Insiden kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan (1 bus dan dua minibus)  di  Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 58 pada Senin (8/4/2024) pagi menyebabkan 12 orang penumpang tewas terbakar. Dari jumlah itu ternyata ada tiga penumpang akan pulang ke Kuningan untuk lebaran.

Adapun ketiga penumpang itu adalah  Eva Daniawati (30) warga Salem RT.10/03 Dusun Puhun Desa Mandapajaya kecamatan Cilebak. Sedangkan dua orang lagi adalah Nazwa Ghefira kelahiran Bogor 2012, dan Aisyah Hasna Humairah kelahiran Bogor 2005  yang merupakan keponakan Eva.

Mereka berangka dari Perum RS PMI Block C 1/15 Rt. 03/11 Desa Cileubut Barat Kec. Sukaraja Kab. Bogor dijemput oleh travel dengan supir  Ukar kendaraan Grand Max Silver No. Pol B-1635-BKT dan ditengah perjalanan mengalami kecelakaan hebat yang membuat kendaraan terbakar.

"Iya mereka bertiga akan lebaran di Desa Mandapajaya. Eva memang warga sini, sedangkan ponakannya warga Bogor, tapi ibunya  yang bernama Nani  (kakak Eva) awalnya warga sini tapi kini tinggal di  Bogor," ujar Kades Mandapajaya Asap Sudiana yang Didampingi Kasi Ekbang Karto, Selasa pagi.

Eva merupakan anak bungsu dari Cardi dan selama ini usai beres kuliah di IPB kerja di Bogor dan menetap di kota hujan. Biasanya kalu pulang pas lebaran dan rencananya Eva bersama dua ponakan akan lebaran di kakeknya.

"Kami semalam sudah berkunjung ke rumah duka bersama pihak Polsek Subang dan berunding untuk menentukan apakah harus ada yang ke Karawang untuk menjemput. Namun, dari pihak Keluarga Pak Cardi memutuskan tidak perlu karena ada keluarga di sana," kata kades. 

                                                        

Diterangkan, pihak desa dan keluarga dikabari pada Senin pukul 08.00 pagi setelah ramai berita di televisi. Setelah dicek memang warga Mandapajaya. 

"Pak Cardi dan istri langsung shock dengan kejadian dan kami pun ikut berduka karena tidak menyangka sama sekali," ujarnya.


Berikut Data Korban 


1. Nazwa Ghefira, 

Perempuan; Bogor, 17 Desember 2012

2. Aisyah Hasna Humairah , 

Perempuan; Bogor, 15 November 2005

3. Eva Daniawati, perempuan, Kuningan tgl 03 Juni 1994

Alamat Kampung Salem RT.10/03 Dusun Puhun Desa Mandapajaya kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan

Posting Komentar untuk "Jenazah Tiba Pukul 21:00 WIB, Disambut Hujan Lebat, Diiringi Adzan, Selamat Jalan Eva Daniawati!"