Loading...

Ada Jalan Sehat, Gebyar Kolosal Angklung dan Panen Hasil Karya di Puncak Hardiknas Kabupaten Kuningan

KUNINGAN (OKE)-Seperti tahun sebelumnya peringatan Hardiknas tingkat kabupaten selalu meriah. Begitu juga tahun 2024.Total ada tiga agenda kegiatan yang digelar oleh Disdikbud Kuningan.

Tiga kegiatan itu digelar sekaligus pada Minggu (19/5/2024) yakni Jalan Sehat, Gebyar Kolosal Angklung, dan Panen Hasil Karya Lingkup Disdikbud. Acara dipusatkan di KIC mulai pukul 07.30 WIB.  

Adapun tema yang diangkat adalah Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar. Untuk jalan jalan sehat start dari pintu gerbang KIC belok kiri mengikuti Jalan Soekarno ke arah Jalan Cirendang. Kemudian kembali lagi ke KIC. 

Diikuti dari berbagai kalangan, baik siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, serta masyarakat umum. Pun kalangan pejabat turut serta berbaur bersama masyarakat Kuningan, tampak Pj. Bupati Kuningan Dr Drs H. Raden Iip Hidajat, M.Pd,Sekda Dr H  Dian Rachmat Yanuar, M.Si, dan Kadisdikbud Kuningan U Kusmana.

"Mari kita bersama-sama mendukung anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi mereka sebaik mungkin," ajak Pj Bupati. 

Dalam sambutannya Iip  mengemukakan sejarah Angklung di Kuningan. Adalah Pak Koejit (Al Satari 1908-1988) dikenal karena kemampuannya membuat dan memopulerkan angklung diatonis di Kabupaten Kuningan. 

Dikatakan, pembuatan angklung diatonis merupakan gagasan dan ide Pak Daeng Sutigna (1908-1984) seorang guru seni di Kuningan (1930-1949).  Kegiatan kedua pelaksanaan Gebyar Kolosal Angklung "Ngamumule Angklung Beu" yang diikuti oleh 10.001 orang.

Untuk  peserta siswa dan guru seluruh jenjang sekolah, serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, beberapa lagu dimainkan di antaranya: Kuningan Maju, Ibu Kita Kartini, Rayuan Pulau Kelapa, Bunda, dan I Have A Dream.

Menurutnya, poin penting dari kegiatan Hardiknas ini adalah bagaimana angka rata-rata anak  melanjutkan pendidikan bisa naik. Selain itu, media silaturahmi dan  kolaborasi dengan semua pihak menuju Kuningan sebagai kabupaten pendidikan. 

“Bahkan saat ini sedang  merintis yang namanya kurikulum muatan lokal bagaimana merawat, ngaruat, ngarumat Gunung Ciremai,” terangnya. 

Ditempat yang sama, Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengatakan, bahwa keberadaan  angklung menjadi ciri khas Kabupaten Kuningan. Karena terkait dengan sejarah, bagaimana transformasi angklung dari nada pentatonis menjadi diatonis lahirnya di Kuningan berkat maestro angklung Pak Kutjit  (Kuwu Citangtu)  dengan Pak Daeng.

“Ini akan menjadikan nafas bagi kita agar terus melestarikan tradisi angklung yang mempunyai nilai budi  luhur sebagai kearifan lokal yang sudah mendunia. Mencintai Angklung, tak ubahnya  mencintai alam, mencintai tradisi. Nah ini sebagai dasar kita bagaimana meyakinkan  tekad, bahwa Kuningan adalah betul menjadi bagian sejarah dari perkembangan angklung,” tegasnya.

Dian mengatakan, sebagai generasi penerus  tidak boleh lepas dari sejarah, angklung harus tetap menjadi sebuah kekuatan bagaimana anak-anak  mengenal dan menyukai warisan tersebut.  “Moal apal bakal, Mun teu apal asal” inilah asal mu asal angklung. “Gebyar Angklung menjadi bagian menjaga dan merawat tradisi budaya Kuningan,” ungkapnya

Sementara itu, Kadisdikbud Kusmana, selaku Ketua Penyelenggara berkesempatan menyampaikan laporan kegiatan Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara, pelopor pendidikan di Indonesia bertujuan  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Kemudian, memotivasi para pendidik dan siswa untuk terus berinovasi dalam proses belajar mengajar. Lalu, meningkatkan partisipasi semua pihak dalam mendukung program merdeka belajar. Dan terakhir  mengenal dan melestarikan budaya lokal, khususnya angklung sebagai warisan budaya Kabupaten Kuningan. 

"Selaras dengan meningkatkan mutu pendidikan melalui program-program yang telah dan akan dijalani, kami berharap dapat mengakselerasi Kabupaten Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan," sebutnya.

 Oleh karena itu, pihaknya  menggaungkan gerakan "Beu Sakola dan Ngamumule Angklung Beu" yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, serta mewujudkan semangat belajar yang menyenangkan dan membanggakan, seperti halnya angklung, warisan budaya dunia asal Kuningan. 

Setelah jalan sehat, Ngamumule Angklung Beu, berikutnya Pj. Bupati Kuningan membuka dan meresmikan Panen Hasil Karya lingkup Disdikbud ditandai dengan pengguntingan pita. 

Kadisdikbud, U. Kusmana, S.Sos., M.Si. memberikan buah tangan hasil karyanya berupa buku dengan judul:  Refleksi Kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Selama 180 Hari Kerja; dan yang kedua  U. Kusmana, S.Sos., M.Si. Pointer Eksklusif dalam Inovasi dan Prestasi. 

Sementara itu, ada 14 stand Panen Hasil Karya terdiri dari stand Sekretariat, Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas , Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Bidang Pembinaan SMP, Bidang GTK, Bidang Kebudayaan, Sekolah Penggerak Angkatan 3.

Kemudian, Temani Padang (Teknologi Masa Kini Pemanfaatan Daur Ulang) PSP (Program Sekolah Penggerak) Angkatan 2, Guru Penggerak Angkatan 3 dan 7. Lalu, Guru Penggerak Angkatan 8 dan 9, MKKS SMP Kabupaten Kuningan, Pengawas Sekolah, dan IGTKI PGRI Kabupaten Kuningan, Produk P5 SMPN 1 Cilimus (Teh Bunga Telang). 

"Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pj Bupati Kuningan, Sekda, Pejabat Pemerintah Kuningan, Kadis dan Instansi terkait, Kasek, guru, tenaga pendidik, Organisasi, Sponsor dan Stakeholder, Siswa-siswi dan orang tua, masyarakat Kuningan, dan seluruh panitia atas terselenggaranya Puncak Acara Hardiknas 2024," sebutnya.

Pada penutup acara,  Kadisdikbud menyerahkan   doorprize kepada peserta yang beruntung. Pada puncak hardiknas pun digelar hiburan dan pserta yang hadir pun ribuan orang.

Selain Gebyar  Angklung yang sebelumnya ada Gerak Jalan diikuti ribuan peserta,  Uu Kusmana menyebutkan ada beberapa kegiatan telah dilaksanakan,  seperti Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD. 

Kemudian,   Workshop Guru PAUD, Panen Karya Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9, Lomba Cerdas Cermat SMP, Upacara Hardiknas, Gebyar PAUDku. Masih ada yang akan dilaksanakan, yaitu Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Juz dan Seminar Pendidikan.

“Melalui gerakan “Beu Sakola dan Ngamulule Angklung Beu,”  mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan. Kami ingin mewujudkan semangat belajar yang menyenangkan dan membanggakan, seperti halnya angklung, warisan budaya dunia asal Kuningan,” ujar Kusmana.(rdk)





Posting Komentar untuk "Ada Jalan Sehat, Gebyar Kolosal Angklung dan Panen Hasil Karya di Puncak Hardiknas Kabupaten Kuningan "