Loading...

Koptan Kembali Dapat Bantuan Pompa Air, Kadis Wahyu: Dapat Meningkatkan Produksi Beras dan Memperkuat Ketahanan Pangan Secara Mandiri

KUNINGAN (OKE)-  Dalam upaya peningkatan Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui Pompanisasi di Kabupaten Kuningan, sekaligus pengamanan ketersediaan air bagi lahan pertanian, Pemkab Kuningan melaluitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menyalurkan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa pompa air, bantuan dari Kementerian Pertanian RI. 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada apel pagi di halaman Setda Kabupaten Kuningan secara langsung oleh Pj. Bupati Kuningan, Senin (6/5/2024). Dan disaksikan oleh Forkopimda Kabupaten Kuningan, para Asisten Daerah Kabupaten Kuningan para Staf Ahli Bupati Kuningan, Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Kuningan.

Kemudian, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Direktur Bank Kuningan, Kabag lingkup Setda Kuningan. Lalu, Forkopimcam penerima manfaat, Babinsa Wilayah Penerima Manfaat, Bhabinkamtibmas Wilayah Penerima Manfaat, para Kepala Desa penerima manfaat, Ketua Kelompok Tani penerima manfaat dan peserta apel pagi lainnya.

Pemerintah RI terus melakukan berbagai upaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, salah satu program yang saat ini terus dilakukan adalah PAT dengan pompanisasi. Secara simbolis Pj. Bupati Kuningan menyerahkan bantuan kepada perwakilan kelompok tani yaitu Kelompok Tani Berkah Abadi Desa Bunigeulis Keamatan  Cigandamekar. 

Selain itu, Kelompok Tani Ciptasari Desa Pamulihan  Kecamatan  Cipicung, Kelompok Tani Harapan Mukti I Desa Tundagan Kecamatan Hantara, Kelompok Tani Harapan Mulya Desa Cirukem Kecamatan Garawangi.

Kemudian, Kelompok Tani Harapan Mulya Desa Sakertabarat Kecamatan  Darma, Kelompok Tani Kadu Mukti II Desa Kadugede Kecamatan  Kadugede. Lalu, Kelompok Tani Kertaraharja Desa Kertayu Kecamatan Nusaherang, Kelompok Tani Saluyu Desa Pamijahan Kecamatan  Ciawigebang, Kelompok Tani Subur Tani I Desa Cipetir Kecamatan  Lebakwangi, Kelompok Tani Usaha Tani Mandiri Desa Sampora Kecamatan  Cilimus.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, optimis terobosan kegiatan PAT melalui Pompanisasi yang digulirkan oleh Kementan RI ini, diharapkan mampu meningkatkan produksi beras nasional dan memperkuat ketahanan pangan secara mandiri tanpa harus tergantung pada kebijakan impor. 

Diterangkan,  untuk dapat melakukan percepatan peningkatan produksi secara serentak, saat ini pemerintah pusat melalui Kementan RI  tengah melakukan identifikasi lahan yang masih belum ditanami akibat faktor air dengan menggulirkan program perpompaan/pompanisasi serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut guna mencapai target produksi nasional termasuk di Kabupaten Kuningan.

“Pompanisasi merupakan solusi cepat yang bisa dipilih untuk menghadapi masalah cuaca. Terlebih lagi Pompanisterasi diterapkan pada lahan sawah tadah hujan yang memiliki sumber air permukaan," jelasya.

Sumber air permukaan itu baik sungai, embung, waduk, dengan tujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam padi menjadi dua kali, dari dua kali menjadi tiga kali bahkan empat kali tanam. 

"Harapan untuk surplus, pertanian maju, mandiri, serta modern insyaAllah akan terwujud, dengan upaya sinergitas serta kolaborasi berbagai pihak terutama pelaku utama pertanian yaitu petani, pemerintah dan stakeholders lainnya” jelas Wahyu

Wahyu menjelaskan, dalam rangka PAT, saat ini Pemerintah Pusat memberikan bantuan pompanisasi kepada petani di Kabupaten Kuningan sebanyak 123 unit. Dengan penerima manfaat yakni 123 Poktan, 76 Desa, 22 Kecamatan di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2024. Kabupaten Kuningan memiliki sawah tadah hujan yang dekat dengan sumber mata air seluas 3.816 Ha. Dan sangat berpotensi untuk kegiatan pompanisasi. Diharapkan potensi tersebut dapat mengamankan ketersediaan air dan memberikan pengaruh baik bagi peningkatan produksi yang tinggi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kuningan.

Ditempat terpisah,  Pj. Bupati Kuningan Dr. Drs. H. R. Iip Hidajat, M.Pd,  berpesan kepada para kelompok tani, agar memanfaatkan, merawat serta menjaga bantuan tersebut sebaik mungkin, sehingga program bantuan pemerintah pusat akan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. 

"Melalui program PAT ini, Iip mengapresiasi sinergitas yang dibangun dengan pihak TNI dan Polri, kerja sama dalam melakukan pendampingan PAT yang terjalin sampai tingkat Kabupaten/Kota se-Jabar," sebuutnya.

Iip menekankan agar petani di Kabupaten Kuningan mampu mengimplementasikan proses percepatan tanam, dengan memanfaatkan lahan yang ada, termasuk PAT untuk lahan yang belum pernah ditanami. 

“Dengan pendampingan/pengawalan dari TNI Polri dan perangkat daerah lainnya, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi para petani untuk terus melakukan percepatan tanam dan perluasan areal tanamnya," ucapnya.

Dan yang terpenting adalah bagaimana pola pembinaan dan pendampingan dari petugas lapangan seperti Penyuluh Pertanian. Peran aktif penyuluh pertanian di tengah-tengah masyarakat tani sangat dibutuhkan dan perlu ditingkatkan dalam upaya mencapai keberdayaan petani. Jalin komunikasi yang baik dan intens untuk mengedukasi petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

"Penyuluh dibantu oleh TNI Polri sebagai garda terdepan mitra para petani, sehingga tercipta petani yang tangguh, maju, mandiri dan modern dalam pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Kuningan," sebut Iip. (rdk)

Posting Komentar untuk "Koptan Kembali Dapat Bantuan Pompa Air, Kadis Wahyu: Dapat Meningkatkan Produksi Beras dan Memperkuat Ketahanan Pangan Secara Mandiri"